BUKAN KASIH BIASA (1 Yohanes 3:19-24)
Dikirim oleh : Evi Sjiane Djiun

Dan inilah perintah-Nya: Supaya kita percaya kepada nama Yesus Kristus, Anak-Nya, dan saling mengasihi sesuai dengan perintah yang diberikan Kristus kepada kita. Siapa yang menuruti segala perintah-Nya, ia ada di dalam Allah dan Allah di dalam dia. (1 Yohanes 3:23-24a)

Tahun 1979. Pengungsi Vietnam membeludak di Hongkong. Camp  Jubilee, barak polisi berkapasitas 900 orang dipadati 8000  pengungsi. Lantai bawah gedung itu menjijikkan. Kotoran manusia dan air seni menumpuk setinggi 20 cm. Jika saat itu ada di sana, akankah  Anda bergabung bersama Gary Stephens dan 30 relawan yang membersihkan kotoran manusia, memperbaiki toilet dan pipa-pipa  pembuangan? Mereka membayar sendiri biaya perjalanan untuk melakukan pekerjaan yang tidak mau dilakukan orang lain itu. Para pengungsi  heran. Siapa orang-orang ini? Kasih mereka bukan kasih biasa

Kasih yang tampak mustahil adalah karakter Allah sendiri, dan umat  Allah diperintahkan untuk mencerminkan-Nya (ayat 23-24). Menuruti  perintah Allah ini menunjukkan seseorang telah dilahirbarukan oleh Roh Kudus yang berdiam di dalam diri tiap pengikut Kristus. Rasul  Yohanes jelas tidak membicarakan jenis kasih yang secara alamiah muncul untuk anggota keluarga atau orang yang baik pada kita. Ia  menulis kepada jemaat yang sedang menghadapi banyak tekanan dan kebencian. Kasih yang dijelaskannya merupakan penanda anak-anak  Allah, yang hanya dapat mengalir karena seseorang telah mengalami kasih Allah dan Roh-Nya diam di dalam mereka (ayat 24 bandingkan  ayat 14)

Kasih Allah yang mengalir melalui Gary dan tim membawa banyak orang berjumpa dengan Sumber kasih itu: Allah sendiri. Apakah ini  menggambarkan kualitas kasih yang kita miliki hari ini? Adakah kasih kita mengalir dari kecenderungan manusiawi atau dari karya Roh  Kudus? –LIT

KASIH YANG MENGALIR DARI ROH KUDUS MENARIK ORANG UNTUK MENCARI SUMBERNYA: KRISTUS

Sumber : Renungan Harian