MAKIN TUA MAKIN JADI (2 Samuel 19:31-39)
Dikirim oleh : Evi Sjiane Djiun

Barzilai itu sudah sangat tua, delapan puluh tahun umurnya… (2 Samuel 19:32)

Umumnya masa menjadi tua adalah masa yang sangat ditakuti oleh banyak orang. Mengapa? Karena masa itu dilihat sebagai masa di mana  kita kehilangan "guna" bagi siapa saja dan untuk siapa saja. Bayangan tentang daya ingat bahkan kekuatan yang hilang, tidak  dibutuhkan, diabaikan, kesepian serta banyak hal lainnya, seringkali membuat orang memandang masa tua sebagai "masa suram". Ketika masa  itu tiba kita hanya akan menjadi orang yang pasif

Akan tetapi, bayangan tersebut sama sekali tidak terbukti pada "pak  tua" Barzilai. Memang fungsi-fungsi fisiknya melemah (ayat 35),  namun ia justru sangat "aktif dan berguna" di usianya yang ke-80 tahun. Ia memberi teladan kesetiaan dan kemurahan dengan  berinisiatif menyediakan kebutuhan raja pilihan Tuhan, beserta segenap rakyat yang mengikutinya dalam pengungsian (lihat 2 Samuel  17:27-29). Tercatat sebagai orang yang sangat kaya, tampaknya Barzilai adalah seorang pekerja yang luar biasa (ayat 32).  Sampai-sampai, ketika situasi negeri membaik, raja Daud berniat mengajaknya ikut ke istana (ayat 33). Tawaran bagi seorang  terpandang seperti Barzilai tentu bukan tawaran yang sembarangan. Namun, lagi-lagi Barzilai menunjukkan sikap teladan, memberi  kesempatan bagi generasi yang lebih muda untuk berkarya di samping raja (ayat 37)

Tanggal 1 Oktober ini, seluruh dunia memperingati hari lanjut usia.  Jika Tuhan masih menempatkan mereka ada di tengah kita, tidakkah ada yang Dia ingin kita pelajari dari mereka? Jika Anda adalah pembaca  yang sudah berumur lanjut, kiranya Tuhan memampukan Anda seperti Barzilai, memakai kekayaan usianya untuk memberi kontribusi yang  berarti bagi zaman ini. –WIN

MAKIN TUA MAKIN JADI, MAKIN PANJANG USIA MAKIN BESAR KESEMPATAN HIDUP BERARTI

Sumber : Renungan Harian