ESTER AHN KIM (Mazmur 119:41-56)
Dikirim oleh : Evi Sjiane Djiun

Inilah penghiburanku dalam sengsaraku, bahwa janji-Mu menghidupkan aku. (Mazmur 119:50)

Jika Anda sudah tahu akan dijebloskan ke dalam penjara untuk waktu  yang lama, apakah yang akan Anda lakukan? Sebagian orang mungkin   ingin memaksimalkan waktu yang tersisa untuk menikmati hal-hal yang disenangi. Ester Ahn Kim, seorang kristiani di Korea, tahu bahwa ia pasti dipenjara karena ia menolak bersujud dalam kuil yang dibangun penjajah di negaranya. Menariknya, sebagai persiapan, ia melatih  diri untuk menghafal lebih dari seratus pasal Alkitab, karena tahu ia tak akan diizinkan menyimpan Alkitabnya. Tuhan memakai  kesiapannya untuk membawa banyak orang mengenal Juru Selamat dan mengalami hidup yang diubahkan selama ia hidup di balik terali besi

Persiapan Ester menunjukkan di mana hatinya berada. Ia tak mungkin  bersusah payah menghafalkan isi Alkitab jika ia tidak menganggapnya  cukup penting dan berharga. Ia tak ingin berpisah dengan Firman Tuhan. Kecintaan yang juga kita baca dari Mazmur 119. Pemazmur tak  ingin berhenti memperkatakan Firman Tuhan, baik bagi dirinya sendiri (ayat 43-45), maupun bagi orang-orang di sekitarnya (ayat 42, 46).  Firman Tuhan menjadi sumber pengharapan (ayat 50), sukacita (ayat 47), tuntunan (ayat 51), penghiburan (ayat 52), nyanyian (ayat 54),  dan upahnya (ayat 56)

Kecintaan Ester dan pemazmur terhadap firman Tuhan membuat saya menginginkan keintiman yang lebih lagi dengan Tuhan. Dan jujur,  disiplin yang lebih lagi. Bukan supaya dapat bermegah dengan banyaknya Firman Tuhan yang saya hafal, tetapi supaya saya makin  peka mendengarkan suara Roh-Nya, dan hidup saya makin mengalirkan kasih-Nya. Adakah Anda juga memiliki kerinduan yang sama? –MEL

KETIKA FIRMAN TUHAN MELEKAT DALAM INGATAN, MASALAH KITA HADAPI DENGAN PENUH KESIAPAN

Sumber : Renungan Harian