BERDOALAH … BERDOALAH … (Efesus 6:10-20)
Dikirim oleh : Evi Sjiane Djiun

Dengan segala doa dan permohonan, berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk semua orang kudus, juga untuk aku, supaya kepadaku, … (Efesus 6:18-19)

Setelah bertahun-tahun melayani suku Lisu tanpa hasil, misionaris J.O. Fraser merasa sangat depresi. Dalam kondisi putus asa ia berdoa  dan menggerakkan sekitar 8-10 orang kristiani di negara asalnya untuk mendukungnya dalam doa terus-menerus. Tahun-tahun berikutnya,  puluhan ribu orang Lisu menerima Kristus. Mencengangkan. Fraser bersaksi, "Tak ada gunanya mengajar atau berkhotbah kepada suku Lisu    jika mereka masih dibelenggu oleh kuasa-kuasa yang tak kelihatan. Anda berperang melawan masalah mendasar dari suku Lisu ini ketika    Anda berdoa …."

Fraser mengalami kebenaran yang disampaikan rasul Paulus berabad-abad sebelumnya kepada jemaat Efesus. Pemberitaan Injil bagi  Paulus bukan sekadar sebuah metode bercerita tentang Juru Selamat, tetapi merupakan sebuah pertempuran rohani melawan kuasa-kuasa yang  menentang Allah (ayat 12). Kepiawaian berbicara tidaklah cukup. Paulus sadar hanya kuasa Tuhan yang dapat memampukannya menyampaikan kebenaran dengan berani. Sebab itulah ia berdoa, dan juga mendorong  jemaat Efesus untuk mendoakannya (ayat 18-20).

Kerap doa dipandang sebagai pelayanan yang kecil dan kurang berarti.  Padahal doa justru menghubungkan kita dengan kuasa Allah yang tidak  terbatas. Dalam kerinduan membawa orang kepada Tuhan, sudahkah doa kita prioritaskan? Pikirkanlah satu nama orang yang rindu Anda bawa mengenal Kristus, atau satu nama orang yang sedang memberitakan Injil, dan ambillah komitmen mendoakannya secara terus-menerus    selama bulan ini. –ELS

DOA BUKANLAH UPAYA MENGATASI KEENGGANAN TUHAN, TETAPI MENANGKAP APA YANG SIAP DIKERJAKAN-NYA. -MARTIN LUTHER

Sumber : Renungan Harian