Kristen Yang Tersesat (Lukas 15:11-32)
Oleh : Deny S Pamudji

… Saudaramu telah mati, tetapi ia sudah hidup kembali, Ia telah hilang, tetapi sudah ditemukan kembali. (Lukas 15:32)

Ketika anak bungsu menuntut bapaknya untuk membagi harta yang menjadi bagian warisannya, apakah menurut kita, bapak itu tidak terluka hatinya?  Bukankah suatu hal yang keterlaluan jika seorang anak meminta bagian harta yang akan menjadi warisannya pada saat bapaknya masih hidup dan sehat wal’afiat?!

Namun bapak ini dengan sabar melayani kehendak anak bungsunya dan bahkan mengantarnya ke luar rumah serta menantikannya kembali, hari demi hari.  Tiada sakit hati pada bapak yang sabar ini.

Walau alkitab tidak menulis secara eksplisit tentang harapan bapak ini, namun kita bisa mengetahui bagaimana bapak ini selalu memandang jauh ke luar rumah kalau-kalau si bungsu kembali lagi.

Bahkan Pdt Benny Hinn menggambarkan bagaimana bapak ini selalu berharap anaknya kembali dan hari ke hari yang diingat bukanlah hal yang menyakitkan hatinya melainkan hal-hal yang menyenangkan ketika si bungsu masih bersamanya.

Harapan bapak ini kemudian menjadi kenyataan.  Suatu hari bapak yang selalu memandang jauh ke luar rumah, melihat anak bungsunya kembali.  Betapa senangnya bapak ini dan langsung berlari menghampiri anak bungsunya dan menerimanya seperti tiada pernah ada kesalahan pada si bungsu.

Bapak yang baik ini sebenarnya adalah gambaran dari Bapa kita yang ada di sorga.  Bapa yang bijak, Bapa yang baik, Bapa yang mengasihi kita dengan sempurna.  Bapa yang tidak pernah mau mengingat berapa banyak kesalahan yang telah kita lakukan.

Sedangkan anak bungsu merupakan gambaran dari kita, kristen yang tidak tahu diri.  Kristen yang hanya menuntut, tetapi tidak pernah menghargai kasih karunia Bapa.

Sama seperti bapak yang mengharapkan anak bungsunya kembali, maka Bapa di sorga juga mengharapkan kita kembali kepada-Nya.  Maka apabila Engkau sekarang ini hidup jauh dari Yesus.  Engkau yang mengambil jalanmu sendiri dan melupakan kasih karunia Allah melalui Yesus.  Bapa mengharapkan Engkau kembali.  Kembalilah dengan pertobatan yang sungguh.  Bapa menantimu dan akan menerimamu sebagai anak yang hilang dan telah kembali.

Semoga kiranya kita dapat menjadi anak yang menjadi kebanggaan-Nya.  Anak yang taat akan Firman-Nya dan anak yang tidak mempermalukan nama-Nya.  Haleluyah, amin.