INI DOSA SIAPA? (Yohanes 9:1-41)
Dikirim oleh : Evi Sjiane Djiun

Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya, "Rabi, siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta?" Jawab Yesus, "Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, …." (Yohanes 9:2-3)

Jika kita ditimpa kemalangan, kita cenderung bertanya, mengapa saya yang mengalami penderitaan ini. Kenapa bukan orang lain yang  lebih jahat? Atau, andaikan orang lain yang berdosa, mengapa saya yang harus menanggung akibatnya? Pertanyaan-pertanyaan tidak terjawab ini berpotensi membuat kita makin terpuruk dalam kesedihan dan mengobarkan kemarahan karena merasa Allah berlaku tidak adil  atau menghukum kita terlalu berat. Selain itu, kita mungkin kehilangan simpati terhadap orang yang kurang beruntung, menganggap  sudah selayaknyalah ia menanggung derita tersebut.

Ketika melihat orang yang buta sejak lahir, murid-murid Yesus menanyakan hal yang sama: Mengapa ia menderita? Penderitaan ini dosa  siapa? Jawaban Yesus mencengangkan. Penderitaan si orang buta bukan akibat dosa siapa pun. Hal itu diizinkan Tuhan dengan tujuan.  Peristiwa Yesus mencelikkan matanya menjadi salah satu bukti bahwa Yesus adalah Mesias (ayat 32-33). Sebuah kesaksian yang kuat di    tengah tekanan orang Farisi yang membutakan hati dan menolak percaya. Apa kondisi yang harus ada agar pekerjaan Allah ini dinyatakan? Kita tahu jawabnya: orang ini harus terlahir buta.

Mungkin saat ini Anda mengalami penderitaan yang bukan karena kesalahan Anda. Mungkin tidak ada mukjizat yang terjadi. Tidak pasti  juga sampai kapan Anda harus menanggung derita itu. Hendaknya Anda tidak terus terpuruk dalam kesedihan. Tuhan tidak pernah keliru.  Dengan kepercayaan yang teguh, mohonlah Tuhan menyatakan pekerjaan-pekerjaan-Nya di dalam dan melalui tiap situasi yang Anda alami. –HEM

SUKACITA DIPEROLEH BUKAN KARENA PERTANYAAN KITA TERJAWAB, MELAINKAN KARENA PEKERJAAN TUHAN TERLAKSANA MELALUI KITA.

Sumber : Renungan Harian