72 HARI (Rut 1:1-22, 2:10-12)
Dikirim oleh : Evi Sjiane Djiun

Beginilah kiranya Tuhan menghukum aku, bahkan lebih lagi dari pada itu, jikalau sesuatu apa pun memisahkan aku dari engkau, selain dari pada maut! (Rut 1:17b)

72 hari. Itulah umur pernikahan Kim Kardashian, selebriti Hollywood, dengan Kris Humphries, seorang pemain basket profesional  Amerika Serikat. Menikah tanggal 20 Agustus 2011, mengajukan permohonan cerai tanggal 31 Oktober 2011. Menurut Barna Group tahun  2008, 33% orang Amerika Serikat yang mereka survei pernah bercerai, tren yang mencerminkan masalah yang melanda zaman ini: krisis  kesetiaan. Krisis ini ditemukan bukan hanya dalam kehidupan pernikahan, tetapi juga dalam semua aspek kehidupan.

Alkitab jelas mengajarkan pentingnya kesetiaan. Kehidupan Rut  mendemonstrasikan contoh yang indah dari prinsip ini. Sepeninggal  suaminya, kita bisa mengerti kalau Rut memilih pergi dan mencari penghidupan yang lebih menjanjikan. Namun, Rut tidak melakukannya.  Ia memilih berjanji setia sampai maut memisahkan kepada mertuanya, Naomi (ayat 17b). Padahal, Naomi tidak dapat menjamin kesejahteraan  Rut (1:12-13). Tampaknya Rut memahami bahwa Tuhan berkenan pada kesetiaan (ayat 17). Kesetiaannya ini kelak membuatnya menuai kasih Boas (lihat pasal 2:10-12). Tuhan pun menghargai kesetiaan Rut  dengan menjadikannya sebagai nenek Raja Daud, sekaligus nenek moyang Kristus (lihat Matius 1).

Kita yang hidup di zaman ini juga dipanggil Tuhan untuk menjadi orang-orang yang setia. Bukan hanya ketika segala sesuatu lancar dan  senang, tetapi juga pada saat-saat yang tampaknya tidak menguntungkan. Biasanya, kita menjadi tidak setia ketika merasa bahwa kepentingan atau kenyamanan kita terganggu. Ketika kita meneladani Kristus yang mengutamakan kepentingan orang lain (Filipi  2), kesetiaan akan terasa lebih mudah. –ALS

SAMA SEPERTI TUHAN ADALAH TUHAN YANG SETIA, ORANG KRISTIANI PUN DIPANGGIL UNTUK MENJADI ORANG YANG SETIA.

Sumber : Renungan Harian