Perbuatan, Bukan Perkataan (1 Yohanes 3:11-18)
Oleh : Deny S Pamudji

Marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran. (1 Yohanes 3:18)

Apa yang (seharusnya) menjadi ciri seorang kristen?  Yaitu taat dalam menjalankan firman atau perkataan Tuhan.  Seseorang dikatakan taat jika dia memiliki kasih dan tidak membenci siapa pun.

Jika kita membenci seseorang, maka kita sama seperti pembunuh.  Karena dengan membenci, kita tidak bisa peduli pada orang tersebut dan akhirnya kita menjadi batu sandungan bagi orang itu untuk datang pada Tuhan yang hidup.

Keterikatan pada harta juga membuat seseorang menutup hatinya pada penderitaan orang lain.  Sehingga harta yang seharusnya merupakan berkat untuk dapat memberkati orang lain menjadi kutuk buat kita karena keterikatan itu.  Keterikatan pada harta merupakan penghalang dalam mewujudkan kasih.

Tuhan ingin kita mewujudkan kasih dalam perbuatan dan bukan sekedar slogan.  Ajaran kristen ialah kasih tanpa batas seperti yang ditunjukkan oleh Yesus yang mati disalib untuk menanggung semua dosa umat manusia.

Janganlah kita menjadi kristen yang berslogan kasih, tetapi sering menjelekan orang lain, menghasut orang lain untuk berbuat anarkis atau melanggar hukum.  Janganlah kita menjadi kristen yang menebarkan kebencian atau permusuhan.

Jadilah kristen yang santun dan memperlihatkan kasih tanpa memandang bulu.  Berbahagialah mereka yang tetap mengasihi walau harus menderita karena mengasihi.

Tuhan memberkati selalau.