Lakukan Lagi
Dikirim oleh : Evi Sjiane Djiun

Mazmur 119:43-44 “Sebab aku berharap kepada hukum-hukum-MU. Aku hendak berpegang pada taurat-MU senantiasa, untuk seterusnya dan selamanya.”

Saya pernah mendengar suatu cerita tentang sebuah gereja kecil yang mengadakan reuni. Seorang mantan jemaat yang menghadiri perayaan itu telah menjadi seorang jutawan. Ketika ia bersaksi bagaimana Allah memberkatinya selama bertahun-tahun, ia mengaitkan hal itu dengan suatu peristiwa dari masa kecilnya.

Ia mengatakan bahwa ketika masa kecil, saat ia mendapatkan penghasilan pertama, ia memutuskan untuk menyimpannya sampai akhir hidupnya. Namun kemudian seorang misionaris tambu berkhotbat tentang kebutuhan mendesak di ladang misi. Ia bergumul untuk memberikan uangnya itu. “Namun, Tuhan menang,” kata lelaki itu. Kemudian, dengan bangga ia menambahkan, “saya memasukkan uang yang menjadi harta saya itu ke dalam kantung persembahan. Dan saya yakin, alasan Allah sangat memberkati saya adalah karena ketika masih kecil, saya memberikan semua yang saya miliki kepada-Nya.”

Jemaat terharu mendengar itu. Namun, kemudian seorang wanita tua bertubuh kecil yang duduk di depan bersuara, “Saya tantang Anda untuk melakukannya lagi!”

Prestasi masa lalu bukanlah ukuran kedewasaan rohani saat ini. Mazmur 119:44 mengatakan, “Aku hendak berpegang pada Taurat-Mu senantiasa.” Pemazmur sadar ia perlu menjaga komitmennya selalu segar setiap hari.

Sebagai orang Kristen, kita tidak dapat mengandalkan kemenangan-kemanangan masa lalu. Saat ini kita harus memberikan kesetiaan kita seutuhnya kepada Tuhan. Maka tidak ada orang yang akan menantang kita, “Aku menantangmu untuk melakukannya lagi!”

Gunakanlah masa lalu sebagai “Papan Loncat” bukan sebagai “Sofa”

Sumber: Kingdom Magazine Februari 2010