Berdoa dan Jadilah Bagian dari Jawaban Doa Itu.
Oleh : Suzette Hattingh

Suzette Hattingh saat itu butuh sepatu karena sepatunya sudah rusak, jadi dia meminta kepada Tuhan. Tapi Tuhan tak menjawab doanya. “Tuhan, mengapa Engkau tak menjawab doaku?” tanyanya. Tuhan lalu menjawab, “Suzette, kau tidak menjelaskan sepatu seperti apa yang kau mau.” Suzette langsung menjawab, “Oh, maaf Tuhan. Aku butuh sepatu kulit berwarna hitam.” Apa yang terjadi? Seminggu kemudian, seorang wanita datang kepadanya dengan bergegas memintanya ikut ke toko sepatu. Wanita itu gelisah karena malam sebelumnya dia tidak bisa tidur karena diminta membelikan sepatu buat Hattingh.

Kisah itu terjadi bertahun-tahun yang lalu saat Suzette Hattingh melakukan pelayanan di Afrika Selatan. Suatu hari, seorang wanita datang kepadanya dan berkata, “Suzette, Suzette, Tuhan panggil saya untuk melakukan penginjilan.” cerita wanita itu kepada Hattingh, seperti yang diungkapkan Hattingh sendiri.

Hattingh yang saat itu sering sekali melakukan perjalanan ke Afrika, selalu mencoba berhemat. Setiap uang receh yang dia punya, dia tabung. Bahkan odol pun akan dipencetnya sampai benar-benar habis. Dia kemudian berpikir, alangkah bagusnya kalau di sana ada microwave. Jadi, dia pun mulai menabung buat microwave tersebut. Di saat itulah, wanita itu datang kepadanya dan mengatakan bahwa dia dipanggil untuk melakukan penginjilan.

Hattingh mendukung wanita itu, tapi wanita itu katakan bahwa dia mau jadi penginjil, hanya saja dia tidak punya uang. “Oh, itu tidak masalah. Mari kita berdoa,” kata Hattingh kepada wanita itu. Sampai akhirnya, di dalam doa itu Hattingh seperti diberitahu untuk memberikan uang hasil tabungan microwave-nya kepada wanita itu. Di situ pergumulan terjadi di hati Hattingh. Tuhan, microwave, Tuhan, microwave…  Selama seminggu pergumulan terjadi. Hattingh kemudian berkata, “Tuhan, kalaupun saya berikan uang itu, tetap saja tidak cukup untuk membeli tiketnya.”

Lalu apa yang Tuhan katakan, “Suzette, kalau kamu mulai berdoa untuk sesuatu, berarti kamu bagian dari jawaban doanya. Walaupun kamu tidak dapat menjadi seluruh bagian dari jawabannya, namun setidaknya dapat menjadi sebagian dari jawaban.” Di situlah, Suzette mengambil uang hasil simpanannya dan dia berpikir melayanglah microwave-nya. Namun, empat bulan kemudian ada seorang ibu yang datang ke Johannesburg, Afrika dan memintanya untuk datang ke bandara. Di sana, Suzette diberikan amplop dengan uang lembaran kertas yang tebal. Ibu itu berkata, “Suzette, kamu tahu apa yang harus dilakukan dengan uang itu.” Dan benar, Hattingh mendapatkan microwave-nya.

Apa yang kita dapat dari kisah ini? Mungkin uang yang ada padamu hanya sedikit, di pikiran kita uang itu tidak dapat dipakai untuk apa-apa. Tapi ketika Tuhan panggil kita untuk taat, kita harus melakukannya. Berkat yang Tuhan berikan tidak akan kemana, bahkan diberikan-Nya berlimpah.

Sumber: Jawaban