Yesus Menolong Perempuan Bukan Yahudi (Matius 15:21-28, Markus 7:24-30)
Oleh : Deny S Pamudji

Kemudian Yesus menjawab,“Ibu, imanmu besar.  Aku melakukan yang engkau kehendaki.” (Matius 15:28)

Diceritakan Yesus pergi ke daerah Tirus dan Sidon secara diam-diam.  Tanpa publisitas ataupun promosi apa pun.  Tetapi, tetap saja kedatangan-Nya diketahui oleh seorang Ibu yang ternyata bukan asli daerah tersebut.  Malah Ibu itu adalah orang Yunani yang lahir di Fenisia daerah Siria (Markus 7:26).

Kelihatannya Ibu ini tahu tentang Yesus dan kemampuan-Nya dalam menyembuhkan.  Dan Ibu ini pasti berharap suatu waktu Yesus melewati daerahnya agar dia bisa meminta kesembuhan untuk anaknya yang dirasuk roh jahat.

Tidak dijelaskan memang berapa lama anaknya sudah dirasuk setan.  Namun dari keteguhannya dalam bertanya jawab dengan Yesus dapatlah kita menyimpulkan bahwa anaknya pasti sudah cukup lama dirasuk roh jahat.

Ada yang menarik untuk diperhatikan dari bacaan di atas ialah kurangnya pemahaman murid-murid Yesus bahwa guru-Nya datang bukan hanya untuk orang Yahudi saja.  Terlihat ketidaksabaran murid-murid Yesus dalam menanggapi sikap permohonan dari Ibu ini.

Jelas tertulis bahwa Ibu ini terus mengikuti Yesus dan murid-murid-Nya sambil memohon dengan suara keras (atau berteriak) agar menarik perhatian Yesus hingga akhirnya Yesus pun memperhatikannya dan Ibu itu segera berlutut dihadapan-Nya.

Maka terjadilah tanya jawab yang memang sengaja dilakukan Yesus untuk menguji sampai di mana iman Ibu ini.  Ternyata Ibu ini benar mempunyai iman yang benar.  Ibu ini mengetahui 2 hal yang penting yakni dia mengetahui bahwa Yesus mau melakukan / menolong dia walau dia bukan seorang Yahudi.  Ibu ini tahu bahwa Yesus datang bukan untuk orang Yahudi saja.  Yesus datang untuk semua orang.  Yang kedua, Ibu ini tahu bahwa kuasa Yesus luar biasa.  Tidak ada yang mustahil bagi-Nya.  Maka Ibu ini tidak takut untuk mempermalukan dirinya (dengan berteriak-teriak), tetap teguh (walau harus melewati waktu tertentu), tetap yakin (bahwa Yesus sanggup menyembuhkan).

Dan singkat cerita, Yesus memuji iman Ibu tersebut dan seketika itu juga anak perempuannya terbebas dari siksaan roh-roh jahat.  Di sini terbukti lagi betapa kuasa Yesus sehingga cukup dengan kata-kata-Nya saja roh-roh jahat keluar dari tubuh seseorang.

Pertanyaan bagi kita ialah apakah engkau yakin bahwa Yesus untuk semua?  Jika engkau yakin, sudahkah engkau melakukan sesuatu?  Sudahkah engkau memberitakan tentang Yesus pada teman-temanmu?  Jangan takut atau malu jika imanmu seteguh Ibu dalam bacaan ini. Jika engkau mau terjadi mukjizat, maka engkau harus melakukannya.  Tuhan Yesus memberkati.