Mendengar dan Melakukan (Lukas 6:46-49)
Oleh : Deny S Pamudji

Mengapa kamu berseru kepada-Ku, Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan? (Lukas 6:46)

Dapatkah seseorang menjadi pandai berenang hanya dengan membaca buku petunjuk cara berenang?  Saya kira tidak.  Karena untuk bisa berenang, seseorang harus masuk ke dalam air dan mengerjakan gerakan demi gerakan seperti buku petunjuk.  Perlu waktu dalam usaha menyempurnakan gerakan tersebut.

Tuhan Yesus juga menginginkan kita untuk praktek atau mengerjakan apa yang pernah diajarkan kepada kita.  Tuhan Yesus mengajarkan kasih dan itu harus kita praktekkan.  Atau kita hanya ingin menjadi kristen aspal.  Kita pandai bercerita tentang kasih, tetapi nol dalam perbuatan.  Di mana pun dan ke mana pun, kita dengki, iri, dendam, benci.  Tidak pernah memaafkan, tidak pernah mau mengerti, berlaku curang, berlaku tidak adil.

Dengan melakukan, sebenarnya kita membuat diri kita bagai rumah yang dibangun di atas dasar yang dalam dan kuat (digambarkan dengan batu – ayat 48).  Mengapa demikian?  Karena semakin kita berpraktek (melakukan), semakin kita mengerti apa yang terkandung di dalam ajaran-Nya dan kita pun semakin bertumbuh di dalam keyakinan kita di dalam-Nya.

Sebab itu bukan teori atau hanya mendengar saja yang diperlukan.  Praktekkan atau lakukan apa yang kita dengar/baca atau semua akan menjadi sia-sia.  Tuhan memberkati selalu.