Teladan Kristus (1 Petrus 2:18-25)
Oleh : Deny S Pamudji

Penderitaan bukanlah hanya dialami oleh orang-orang di luar Kristus, tetapi justeru merupakan hal yang lumrah dialami oleh orang-orang yang mengikut Yesus.  Jika kita menyatakan diri kita sebagai pengikut Yesus, tetapi kita tidak menderita, maka itu berarti kita belum menjadi pengikut Yesus sejati.  Koq begitu?  Ya, karena menjadi pengikut sejati berarti kita harus banyak sabar, mengalah, tekun di dalam apa pun yang kita hadapi.

Bisa jadi teman baik kita mengkhianati kita, boss yang selalu mengkritik apa pun yang kita hasilkan, bawahan yang selalu membantah, anak-anak yang mulai mendebat ketika dinasihati, pelayanan masyarakat yang lambat dan pilih kasih, pengendara yang saling serobot.  Bukankah semua itu membuat kita menderita?  Menderita karena kita tidak boleh menggunakan kekuatan kita, umpatan kita, kuasa kita.  Menderita karena kita tidak boleh membalas. 

Tetapi justeru itulah yang diharapkan ada pada pengikut Yesus yang sejati.  Membalas kejahatan dengan kebaikan, kekasaran dengan kelemah lembutan, ketidakpedulian dengan perhatian yang tulus, dst.  Singkatnya membalas yang negatif dengan yang positif.

Dapatkah kita melakukannya? Secara daging, kita tidak dapat.  Tetapi Yesus di dalam kehidupan di dunianya telah membuktikan hal itu dapat dilakukan.  Asal jangan mengandalkan kekuatan sendiri melainkan pada Roh Allah yang ada di dalam kita dan juga kepada Allah kita yang luar biasa.

Jadi perlukah kita mengeluh lagi jika kita masuk dalam penderitaan?!  Tuhan Yesus memberkati.