Domba yang Hilang (Lukas 15:1-7)
Oleh : Deny S Pamudji

Berbeda dengan kaum Farisi dan ahli Taurat yang hanya mau bergaul dengan orang-orang dari kelompoknya, Yesus malah lebih banyak menjangkau orang-orang yang dianggap najis, tidak ada tempat dalam masyarakat, orang-orang yang tersisihkan, orang-orang yang miskin.  Tidak heran jika dalam waktu yang singkat, orang-orang yang mengikuti Yesus semakin lama semakin bertambah dan mengkuatirkan kedudukan kaum Farisi dan ahli Taurat yang selama ini selalu mendapat penghormatan ke mana pun mereka berada.

Maka mereka pun mulai mengkritisi Yesus atas pendirian-Nya yang bergaul dengan orang-orang tersebut di atas.  Tetapi misi Yesus adalah menjangkau jiwa-jiwa dan menarik mereka dari api neraka ke dalam sorga.  Misi yang tidak mudah karena pikat dari promosi setan jauh lebih banyak dan menarik dibanding undangan kebaktian kebangunan rohani ataupun penginjilan.

Berapa mahalkah satu jiwa itu?  Nilainya tidak terhingga.  Untuk kita manusia yang berdosa, Tuhan yang Mahabesar itu rela menanggalkan kuasa-Nya yang tidak terbatas menjadi terbatas.  Menjadi manusia seutuhnya sehingga Dia benar-benar bisa merasakan apa yang kita rasakan dan mengalahkan kuasa setan dalam kapasitas-Nya sebagai keturunan Adam.

Apakah ada teman-teman kita yang belum mendapatkan kasih karunia-Nya?  Adalah kewajiban kita semua untuk memberitahukan tentang hal itu dan mendoakan mereka agar mereka pun bisa menjadi anggota Kerajaan Allah.  Tuhan memberkati.