KASIH YANG BERANI (Matius 14:3-12)
Dikirim oleh : Evi Sjiane Djiun

… tidak boleh engkau mengambil Herodias!" Walaupun Herodes ingin membunuhnya … (Matius 14:4-5)

Yohanes Pembaptis adalah nabi yang unik. Umur dan masa pelayanannya sangat pendek. Khotbahnya juga pendek, tetapi "menyambar" semua golongan tanpa kecuali membuat telinga panas, muka merah, hati gelisah. Orang dunia menganggapnya bodoh karena membuat kesalahan besar yang menyebabkan usia dan pelayanannya pendek. Mengapa? Ia berani menegur Herodes karena merebut Herodias, istri Filipus, saudaranya sendiri. Ah, siapakah ia sehingga berani menegur raja?

Namun benarkah Yohanes mencemarkan nama raja karena telah menegur langsung? Atau, ia mengasihi rajanya dan tak ingin sang raja hidup dalam dosa yang membinasakan? Memang dari sudut pandang duniawi, Yohanes melanggar tata krama. Namun dari sudut pandang kebenaran, keberanian Yohanes patut diacungi jempol, sebab ia mengasihi raja dan rakyatnya. Bukankah dosa raja berdampak buruk bagi bangsanya? Sayangnya, kejujuran dan kebenaran tak dihargai di dunia ini. Suara kenabian dan kejujuran biasanya dijauhkan dari raja. Yang ada di sekitar raja hanya para penjilat dan penggembira hati yang memabukkan. Kalaupun ada orang yang baik dan jujur di sekitar raja, biasanya ia cenderung memilih diam agar selamat.

Saudara, apabila Anda adalah "raja" baik di rumah, di tempat kerja, di gereja, di lembaga pelayanan, atau di masyarakat, waspadalah! Jagalah hati. Peliharalah persekutuan dengan Tuhan. Bukalah pintu hati bagi teguran, sekalipun itu membuat wajah merah dan hati gerah. Jangan tergesa mematikan suara itu. Siapa tahu itu adalah suara Tuhan yang berseru-seru di padang gersang kehidupan, agar jalan Anda yang bengkok diluruskan (Matius 3:3) –SST

SEORANG PENJILAT MEMBUNUH DENGAN PUJIAN, TETAPI SAHABAT SEJATI MENYELAMATKAN DENGAN TEGURAN

Sumber : Renungan Harian