TEBAR PESONA (2 Samuel 2:1-7)

Dikirim oleh : Evi Sjiane Dkun

Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya (Pengkhotbah 3:1)

Untuk menjadi pemimpin dalam perusahaan atau organisasi tertentu, beberapa orang terkadang berkompetisi demi mendapat dukungan dan simpati dari rekan kerja maupun atasan; atau tebar pesona demi mendapat dukungan orang lain. Masing-masing akan menyiapkan diri sedemikian rupa untuk dapat menjadi pemimpin pada saatnya kelak. Namun, mari kita belajar kepada Daud mengenai hal ini.

Alkitab memberitahukan bahwa Daud ditetapkan oleh Allah menjadi pemimpin sejak pipinya masih kemerah-merahan atau masih muda jauh sebelum Saul meninggal dunia. Akan tetapi, hal itu tidaklah membuat Daud jumawa lalu tebar pesona ke penjuru Israel untuk mendapat dukungan, serta menjelek-jelekkan keluarga Saul. Sebaliknya, Daud tetap taat menanti waktu Tuhan. Saul, orang yang akan ia gantikan, tetap ia hormati sebagai orang yang diurapi oleh Allah. Dan, ia tetap menjalani hidupnya secara biasa-biasa saja sebagai rakyat yang harus menghormati rajanya. Sikap Daud yang tetap sabar menanti waktu Tuhan dan tetap menghormati Saul, adalah hal yang perlu kita tiru.

Kekuasaan memang telah lama menjadi salah satu hal yang menyilaukan mata manusia selain harta. Orang berlomba-lomba menggapainya. Terkadang beberapa orang berkompetisi memakai cara-cara yang tidak sehat. Mulai dari tebar pesona, memberi janji yang muluk, membagikan uang, sampai menyikut kiri-kanan, menjilat sana-sini. Padahal seharusnya kita menyadari bahwa di dalam Tuhan, segala sesuatu ada waktunya. Dan, kalaupun kita berusaha meraihnya, seharusnya kita tetap menggunakan cara yang berkenan di hadapan Allah dengan tetap menghormati satu sama lain –RY

APABILA TUHAN MENGARUNIAKAN KEKUASAAN PADA SESEORANG, TUHAN JUGA AKAN MEMBERINYA HIKMAT UNTUK MENGELOLANYA

Sumber : Renungan Harian