KEKAYAAN (Yesaya 2:6-11)
Dikirim oleh : Evi Sjiane Djiun

Manusia yang sombong akan direndahkan, dan orang yang angkuh akan ditundukkan (Yesaya 2:11)

Fortune adalah majalah bisnis di Amerika yang didirikan oleh Henry Luce pada 1930. Majalah ini dikenal oleh masyarakat dunia karena kerap menuliskan daftar orang terkaya di dunia. Dan, daftar tersebut selalu menimbulkan daya tarik tersendiri buat orang banyak. Mungkin karena kekayaan adalah hal yang selalu dicari oleh manusia.

Alkitab sendiri tidak mencatat bahwa kekayaan atau menjadi kaya itu salah. Justru Alkitab mencatat kekayaan sebagai salah satu berkat dari Tuhan (Amsal 10:22). Akan tetapi, apabila kita tidak berhati-hati, kekayaan dapat mengarahkan hati kita kepada kesombongan dan makin menjauh dari Tuhan seperti yang dilakukan oleh bangsa Israel pada zaman Yesaya. Pada saat itu bangsa Israel sedang berada dalam kondisi makmur (ayat 7). Namun, kondisi tersebut tidak membuat mereka bersyukur kepada Tuhan. Mereka malah menjauh dari Tuhan, menyembah berhala, dan menjadi sombong. Allah pun menegur dan menghukum mereka.

Berhati-hati dan waspadalah dengan kekayaan. Prinsip yang mengatakan bahwa "segala sesuatu bisa dilakukan asal ada uang" memang banyak berlaku di mana-mana. Prinsip itulah yang biasanya membuat diri kita merasa mampu melakukan segala sesuatu tanpa pertolongan Tuhan, dan akhirnya membuat kita menjauh dari-Nya dan menjadi sombong takabur. Menjadi kaya bukanlah hal yang keliru. Akan tetapi, kita harus memandang kekayaan sebagai berkat atau pemberian dari Tuhan. Karena hanya dengan cara itulah kita dapat bersyukur kepada Tuhan dan menjaga hati kita untuk tidak sombong –RY

MENJADI KAYA ITU BUKAN DOSA TETAPI MENCARI DAN MEMAKAI KEKAYAAN DENGAN CARA SALAH, ITU DOSA

Sumber : Renungan Harian