Mendengarkan
Oleh : Tian Ming Tek

Amsal 1:5 – Baiklah orang bijak mendengar dan menambah ilmu dan baiklah orang berpengertian memperoleh bahan pertimbangan.

Bijak berarti selalu menggunakan akal budinya; pandai; mahir; pandai bercakap-cakap. Bijaksana berarti selalu menggunakan akal budinya, pengalaman dan pengetahuannya; arif; tajam pikirannya; pandai dan hati-hati, cermat, teliti apabila menghadapi kesulitan dan sebagainya.

Orang bijak selalu mendengarkan dan menambah ilmu. Tuhan memberikan 2 telinga supaya dapat mendengarkan sebaik-baiknya. Orang bijak mendengarkan lebih dahulu sebelum berbicara. Ketika orang bijak mendengarkan, maka mereka akan memperoleh pengertian. Ketika pengertian bertambah, maka pengetahuan pun bertambah. Ketika pengetahuan bertambah, maka kemampuan untuk menyelesaikan permasalahan dan kesulitan pun bertambah.

Mengapa ada 2 orang dapat bertengkar? Karena kedua mereka sedang berbicara pada waktu yang bersamaan. Keduanya tidak ada yang mau saling mendengarkan. Merekan lebih mendahulukan emosi, ketimbang logika. Berlomba-lomba mengeluarkan perasaan hati, dan pendapat, lalu siapa yang mendengarkan mereka? Jadi, ketika orang sedang marah, telinganya sedang tertutup, dan mulutnya sedang terbuka.

Jangan berbicara kepada orang yang sedang marah. Mereka tidak akan mendengarkan. Tetapi berbicaralah, ketika mereka sudah dapat menguasai diri dan mereka sudah membuka telinga, hati, pikiran mereka untuk mau mendengarkan.

Apakah saudara lebih banyak berbicara atau lebih banyak mendengarkan? Dibutuhkan kesabaran yang lebih banyak untuk belajar mendengarkan orang lain. Hikmat, pengetahuan dan pengertian akan bertambah lewat mendengarkan. Iman pun bertumbuh lewat mendengarkan firman Tuhan. Iman itu pulalah yang dapat mengalahkan dunia.

Apakah saudara sudah belajar mendengarkan orang lain lebih dahulu? Seek first to understand, then to be understood! 60% permasalahan sudah selesai apabila saudara mendengarkan dan mengerti permasalahannya.