MALU, AH! (Roma 1:16-17)
Dikirim oleh : Fransisca Adella Kipuw

Sebab aku tidak malu terhadap Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya (Roma 1:16)

Kala berbincang dengan rekan nonkristiani, saya biasa memperkenalkan diri sebagai penulis, penerjemah, dan penyunting-tanpa menyinggung aktivitas pelayanan di gereja. Apabila ditanyai buku apa yang saya tulis, saya cenderung menjawab secara umum, "Macam-macam-ada humor, fiksi, artikel, ulasan film … dan juga renungan." Saya pun baru menyodorkan kartu pendeta untuk keperluan strategis: mendapatkan diskon biaya sekolah atau ongkos pengobatan. Singkatnya, saya tergolong lebih suka tidak menceritakan identitas iman saya.

Jelas, saya perlu belajar dari Paulus, yang "tidak malu terhadap Injil" (ayat 16 TBR). Terjemahan Baru LAI menyebutkan, ia mempunyai "keyakinan yang kokoh dalam Injil". Ia menyadari betul hakikat dan kekuatan Injil untuk menyelamatkan manusia berdosa. Meskipun menghadapi berbagai penganiayaan dan penindasan, dengan penuh keyakinan ia memberitakannya setiap kali ada kesempatan. Barangkali ia juga pernah merasa gentar, tetapi hal itu tidak menjadikannya undur. Kepada jemaat di Efesus ia meminta, "(Berdoalah) juga untuk aku, supaya kepadaku, jika aku membuka mulutku, dikaruniakan perkataan yang benar, agar dengan keberanian aku memberitakan rahasia Injil, yang kulayani sebagai utusan yang dipenjarakan.  Berdoalah supaya dengan keberanian aku menyatakannya, sebagaimana seharusnya aku berbicara" (Efesus 6:19, 20).

Apakah Anda, seperti saya, mengalami kesulitan dalam bersaksi tentang Injil? Bagaimana kalau kita mencari satu atau beberapa orang saudara seiman, dan saling mendoakan seperti permintaan doa Paulus di atas? –ARS

PENGERTIAN AKAN HAKIKAT BERITA INJIL DAPAT MENGUBAH RASA MALU MENJADI KEYAKINAN YANG KOKOH

Sumber : Renungan Harian