DIAM YANG BUKAN EMAS (Kejadian 3:1-7)
Dikirim oleh : Fransisca Adella Kipuw

Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminya pun memakannya (Kejadian 3:6)

Andika bekerja sebagai karyawan di sebuah perusahaan besar. Ia adalah orang kristiani yang setia beribadah dan sangat tahu bahwa korupsi sungguh adalah perbuatan dosa. Maka, Andika tidak pernah  mengambil uang yang bukan miliknya. Namun suatu kali, dalam sebuah pertemuan, bisnis klien Andika memberinya uang suap dalam jumlah besar. Andika memang tidak mau menerimanya, tetapi ia membiarkan rekannya menerima uang tersebut. Kelak ia juga ikut menikmati apa  yang telah diterima rekannya ini.

Dalam Kejadian 3:1-7, dikatakan bahwa Adam sedang bersama-sama Hawa  ketika Hawa mengambil buah pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. Adam tahu Tuhan melarangnya untuk memakan buah pohon tersebut (Kejadian 2:17), tetapi Adam membiarkan Hawa mengambil dan  memakan buah itu. Bahkan, Adam menerima buah tersebut dari Hawa dan turut memakannya. Sejak itulah manusia jatuh ke dalam dosa.

Walau bukan Andika yang menerima suap, walau bukan Adam yang memetik dan lebih dulu memakan buah terlarang, mereka tetap bersalah. Yakni bersikap diam, justru ketika mereka tahu bahwa apa yang dilakukan  orang di dekat mereka adalah dosa. Lebih buruk lagi, mereka juga  akhirnya turut menikmati hal yang salah tersebut.

Yakobus 4:17 mengatakan, "Jika seseorang tahu bagaimana ia harus  berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa." Tak selamanya diam itu emas. Ada saatnya kita perlu menegur dan  memperingatkan orang yang hendak terperangkap dosa. Tatkala kita mencegah orang lain berbuat dosa, kita juga sedang mencegah diri  kita berbuat dosa –SL

DIAM PADA TEMPATNYA ADALAH EMAS; DIAM PADA SAAT KITA HARUS BICARA JUSTRU BERBAHAYA

Sumber : Renungan Harian