LIMA ALASAN MENGAPA ANAK-ANAK TUHAN SEHARUSNYA TIDAK MERAYAKAN NATAL! (pada setiap tanggal 25 Desember – Jakarta Berdoa)

Shalom,
Sesuai dengan tema situs kami, A site for expressing your doubts, faith, and testimonies on Christ, maka tulisan ini sengaja kami muat. Tetapi, janganlah ini menimbulkan keraguan dalam iman karena sungguh Yesus itu pernah lahir, mati disalib, bangkit, dan naik ke sorga.  Tuhan Yesus memberkati.
Salam kasih, Deny S Pamudji

— awal kutipan —

Alasan pertama. YESUS TIDAK DILAHIRKAN PADA TANGGAL 25 DESEMBER.

Semua orang yang memperlajari pokok ini mengetahui bahwa Yesus tidak dilahirkan pada bulan Desember karena pada waktu itu musim dingin, udara sangat dingin di Palestina. Yesus tidak mungkin lahir pada musim dingin. Pada waktu Yesus lahir, "di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam" (Lukas 2:8). Kejadian ini tidak mungkin terjadi di Palestina pada bulan Desember. Orang-orang TIDAK akan dapat mengadakan perjalanan di tengah-tengah musim dingin ke kota masing-masing untuk mendaftarkan diri (Lukas 2:3).

Alasan kedua. TUHAN TIDAK MEMERINTAHKAN KITA UNTUK MEMPERINGATI KELAHIRAN TUHAN KITA, BAIK MELALUI ALKITAB MAUPUN MELALUI PERNYATAAN ROH.

Tidak ada satu kata pun di dalam Perjanjian Baru atau di dalam Alkitab bagian lainnya mengatakan kepada kita untuk memperhatikan hari Natal. Orang-orang Kristen pada abad pertama yang mendapat pengajaran dari Petrus dan Paulus dan rasul-rasul yang lain tidak pernah memperhatikan hari Natal. Paulus tidak pernah memperhatikan hari Natal. Yohanes pun tidak pernah memperhatikan hari Natal. TIDAK ADA HARI NATAL pada saat itu! TIDAK ADA DASAR untuk memperhatikannya. Tuhan, Bapa kita terbukti beranggapan TIDAK BIJAKSANA membuat tanggal lahir Kristus diketahui. Itu tidak akan diketahui dan TIDAK untuk diingat atau dirayakan. Ada ALASAN YANG SANGAT KUAT untuk hal ini! Paulus memberitahu dalam 2 Korintus 5:16: "Sebab itu kami tidak lagi menilai seorang juga pun menurut ukuran manusia. Dan jika kami pernah menilai Kristus menurut ukuran manusia kami tidak lagi menilainya demikian." Yang Paulus maksudkan agar kita MENGENAL KRISTUS SECARA ROHANI, di dalam dan oleh ROH dan bukan SECARA DAGING, tidak sebagai seorang manusia, tidak secara hurufiah atau sebagai bayi.karena hal-hal itu adalah TIDAK BERGUNA bagi HIDUP ROHANI kita!

Alasan ketiga. HARI NATAL ADALAH PENYEMBAHAN BERHALA DAN BUKAN HARI RAYA KRISTEN.

Catatan sejarah di dalam ensiklopedia yang terdapat di perpustakaan di berbagai kota yang terjamin dan dapat dipercaya memberikan informasi kepada kita bahwa hari Natal berasal mula dari penyembahan berhala. Dipelihara di antara bangsa-bangsa penyembah berhala yang menyembah matahari. Banyak hari lahir pemimpin-pemimpin penyembah berhala dirayakan oleh Babel Kuno. Semua perayaan penyembahan berhala ini bermula dari lingkungan penyembah berhala. Hari Natal sampai kepada kita melalui Katolik Roma. Tetapi darimana mereka mendapatnya? Mari kita memeriksa Catholic Encyclopedia yang diterbitkan oleh denominasi ini. Dikatakan: "Hari Natal tidak terdapat di antara perayaan gereja sebelumnya… Hari raya ini berasal dari Mesir. Kebiasaan penyembah berhala menjadi hari natal."

Alasan keempat. ROH TUHAN TELAH MEMERINTAHKAN KITA UNTUK TIDAK MENGIKUTI TATA CARA ATAU KEBIASAAN BANGSA-BANGSA KAFIR.

Ketika anak-anak Israel keluar dari Mesir, TUHAN berbicara kepada Musa: "Berbicaralah kepada orang Israel dan katakanlah kepada orang Israel dan katakan kepada mereka: Akulah TUHAN, Bapamu. Janganlah kamu berbuat seperti yang diperbuat orang di tanah Mesir, dimana kamu diam dahulu; juga janganlah kamu berbuat seperti yang diperbuat orang di tanah Kanaan, kemana Aku membawa kamu; janganlah kamu hidup menurut kebiasaan mereka. Kamu harus melakukan peraturanKu dan harus berpegang pada ketetapanKu dengan hidup menurut semuanya itu; Akulah TUHAN, Bapamu" (Imamat 18:2-4).

Alasan kelima. KARENA CERITA NATAL ADALAH DUSTA! (Yang dimaksud adalah beberapa detail cerita kurang sesuai dengan faktanya – Jakarta Berdoa)

Kita tidak mengatakan bahwa Yesus tidak lahir di Betlehem. Yang kami maksudkan adalah kejadian-kejadian dan kebiasaan-kebiasaan sewaktu hari Natal. Anak-anak kecil diberitahu bahwa Yesus lahir pada "Hari Natal pertama." Pengkotbah-pengkotbah mengumumkan ini dari mimbar. Gereja-gereja yang mendukung program-program Natal menjelaskan hal seperti ini kepada berjuta-juta orang setiap tahun. Ketika ke-12 rasul telah meninggal, hari natal belum ada. Hari natal muncul pada abad keempat. Jadi bagaimana Yesus dapat lahir pada hari Natal pertama? Perayaan Natal jatuh pada tanggal 25 Desember dan Yesus tidak dilahirkan pada bulan Desember, jadi bagaimana mungkin Dia lahir pada hari Natal pertama? Meskipun ini cerita bohong, namun dipercayai oleh berjuta-juta orang Kristen, dan diajarkan kepada anak kecil sebagai suatu kebenaran! Sering dikatakan bahwa Yesus lahir dalam sebuah palungan. Hal ini tidak benar. Dia lahir dalam sebuah kandang dan dibaringkan dalam sebuah palungan. Juga dikatakan bahwa ada tiga orang Majus datang dan memberi persembahan kepada Yesus di kandang. Hal ini sering dilukiskan dalam gambar-gambar dimana orang-orang Majus ada bersama dengan gembala-gembala. Hal ini tidak benar. Di dalam Alkitab tidak dijelaskan berapa banyak orang Majus yang ada disana. Pada saat mereka tiba, Maria dan Yusuf telah meninggalkan kandang dan tinggal dalam sebuah rumah. Pada saat itu Yesus hampir berumur dua tahun, dapat saudara baca dalam Matius 2:11, 16.

Diterjemahkan dari "Christmas" karangan J. Preston Eby, dengan alih bahasa oleh Yarden Sitepu

— akhir kutipan —