Kiat Sukses Ishak

Alkitab mencatat, Ishak, seorang yang taat dan melakukan firman Tuhan mencapai sukses luar biasa. Setiap orang mendambakan kesuksesan dalam perjalanan hidupnya. Siapapun dia, apapun latar belakangnya, apabila ditanyakan: ”Apakah anda mau sukses? Pastilah jawabannya adalah “ya! Saya mau sukses.”

Timbul pertanyaan pada kita, untuk mencapai sukses itu bagaimana caranya? Di dalam dunia sekuler untuk sukses seseorang itu akan mempelajari ilmu manajemen yang baik. Misalkan seorang pedagang untuk menanamkan modalnya berdagang, terlebih dahulu dia akan melakukan survey ke lokasi yang strategis, peluang bisnis yang sesuai dengan lingkungan sekitar, mempertimbangkan segi keamanan, politik dan lain-lain.

Dalam dunia sekuler orang akan mempelajari dan mempertimbangkan hal-hal di atas agar mereka sukses. Lain halnya dengan Ishak dalam kejadian 26:1-31 yang akan kita bahas. Ishak tidak mempelajari dan mempertimbangkan seperti dalam dunia sekuler. Justru di masa kelaparan, ada krisis kelaparan Ishak sukses. Dan Alkitab menulis kesuksesannya luar biasa. Mari kita melihat 5 hal sebagai kiat sukses dari Ishak yang membuat dia berhasil.

1. Taat (Kej. 26:2-6)
Allah berfirman kepada Ishak agar jangan pergi ke Mesir dan harus tetap tinggal di Gerar sekalipun ada kelaparan. Ishak merespon dengan baik perintah itu dan taat pada perintah Allah. Ketaatan inilah yang merupakan kunci awal suksesnya Ishak. Banyak kali kita ingin sukses namun kita tidak mau taat/melakukan firman Tuhan. Kita banyak kali mau berkat-Nya saja, namun perintah-Nya kita tidak mau lakukan. Sebenarnya Ishak berhak mengambil kembali sumur itu, sebab ia yang menggali. Namun ia mengalah saja dan bersabar. Akibatnya dia mendapatkan sumur-sumur yang banyak airnya, yang dinamainya “Rehobot”.

2. Bertindak dengan iman (Kej. 26:12-13)
Ishak menabur di tanah Gerar saat ada kekeringan. Menurut hukum alam, di masa kering benih yang ditabur tidak mungkin bertumbuh. Ishak melawan hukum alam, dia terus menabur disertai dengan iman. Hasilnya, luar biasa! Dia mendapat seratus kali lipat sebab Ishak berani menabur. Sebab dia percaya Tuhan pasti menolong. Kadang kita tidak mau atau takut! Berkorban di saat ada kesulitan, atau di saat kita membutuhkannya. Berbeda dengan Ishak, justru dia bertindak dengan iman. Bukankah yang dimaksud dengan “korban” berarti ada luka, meneteskan darah dan kesakitan. Ishak bisa saja berpikir benih yang dia tabur boleh dia simpan untuk dimakan, namun dia tidak pedulikan… Ishak terus bertindak dengan iman.

3. Sabar (Kej. 26:18-22)
Ishak dan para gembalanya menggali sumur yang pernah digali oleh ayahnya Abraham. Beberapa kali dia mengali tapi selalu dirampas/diambil orang. Sumur-sumur itu adalah Esek, yang berati “pertikaian” dan sumur Sitna yang berarti “Perlawanan”. Sebenarnya Ishak berhak mengambil kembali sumur-sumur itu, sebab dia yang gali, Tetapi dia mengalah saja, dia sabar dan akibat kesabarannya dia mendapat sumur-sumur yang lain yang dinamai “Rehobot” airnya banyak. Kadang kita mau berkat Tuhan harus cepat/secara instan tetapi tidak mau mengalami proses Tuhan. Kita tidak mau sabar. “Sabar” adalah ‘suffering’ artinya menderita berkepanjangan.

4. Bersyukur (Kej. 26:25)
Ketika Ishak ada di Beryeba, Tuhan menampakkan diri padanya dan berfirman kepadanya. Ishak mendirikan “Mezbah” dan memengil nama Tuhan di sana. Dalam kesuksesan Ishak tidak lupa akan Tuhan, dia tahu sukses, kekayaan kehormatan dll itu semuanya dari Tuhan. Kita seringkali lupa sama Tuhan dan tidak bersyukur pada-Nya. Saat kita masih susah, kita selalu memangil nama Tuhan/berdoa pada-Nya, tetapi saat kita sukses, diberkati, kita lupa akan Tuhan. Tidak mau berkorban atau memberi untuk pekerjaan Tuhan, apalagi membawa/mengembalikan apa yang menjadi milik tuhan yaitu perpuluhan.

5. Mengampuni (Kej. 26:26-30)
Pada saat Ishak sukses, ada orang cemburu kepadanya bahkan memusuhi dia. Kita pasti mengalami hal ini. Saat kita sukses pasti ada yang tidak suka. Dalam hal ini Ishak tidak pernah membalas kejahatan dengan kejahatan, fitnah dengan fitnah. Sebaliknya saat mereka datang bertamu di rumahnya, Ishak menyambutnya dengan mengadakan pesta. Secara manusia, sulit bagi kita untuk mengampuni orang yang pernah sakiti hati kita dan berbuat jahat pada kita, tetapi Ishak mau mengampuni dan pasti dia memberi berkat pada mereka. Mari kita mengampuni. Sebab di dalam pengampunan ada berkat dan keselamatan.

Ishak dapat memberikan teladan bagi kita semua yang rindu meraih keberhasilan. Tuhan tidak pernah pilih kasih. Janji keberhasilan atau sukses diberikan kepada siapa saja asal dalam hidup kita ada ketaatan pada firman, bertindak dengan iman, sabar, tahu bersyukur dan memberikan pengampunan pada orang yang pernah berbuat salah pada kita. Sekarang, lakukanlah apa yang pernah Ishak lakukan. Percaya Tuhan pasti menolong dan memberkati orang yang sungguh-sungguh berharap pada-Nya. (Hendra Kasenda)

Sumber : Terang Dunia