‘Saya suka bermain dengan bintang", kata seorang gadis kecil kepada pendetanya yang datang berkunjung. gadis kecil itu harus terus berada ditempat tidurnya karena menderita kelainan tulang belakang yang parah. Ia meminta agar tempat tidurnya diletakkan sedemikian rupa sehingga ia dapat melihat langit dan memandangi bintang-bintang. "Saya sering terjaga di tengah malam dan tidak bisa tidur lagi", katanya kepada Pendeta, "dan saat itulah saya bermain dengan bintang-bintang."

Karena perkataan si gadis menimbulkan rasa ingin tahu, sang pendeta bertanya kepadanya, "Bagaimana kamu dapat bermain dengan bintang-bintang? Gadis kecil itu menjawab, "Saya memilih satu bintang dan berkata, "itu Ibu". Saya menunjuk bintang lain dan berkata "itu Ayah". Untuk setiap bintang, saya menyebutkan satu orang atau satu hal yang saya syukuri dalam hidup ini; saudara-saudara saya, dokter saya, temen-temen saya, anjing saya." Ia terus menyebutkan berbagai macam hal, sampai akhirnya ia berseru, "Tapi jumlah bintang di langit tidak cukup untuk menyebutkan SEMUANYA"

Pernahkah merasakan hal yang sama saat merenungkan berkat-berkat Allah yang tercurah atas diri kita ? Tentu saja kita tidak akan pernah dapat menyebutkan semua berkat jasmani, rohani yang bersifat sementara, dan yang kekal. Namun alangkah baiknya kita dari waktu ke waktu mengingat semua KARUNIA-NYA dengan penuh rasa syukur. Ketika kita melakukannya, seperti gadis kecil itu, kita juga akan berseru, "Jumlah bintang dilangit TIDAK CUKUP untuk menyebutkan SEMUANYA !".

Oleh : Richard De Haan

RASA SYUKUR DIAWALI OLEH INGATAN AKAN HAL-HAL YANG BAIK