LETNAN GRECU

Letnan Grecu, seorang letnan muda yang gagah, berhadapan dengan Richard Wumbrand, dan menanyakan tentang segala aktivitas Richard sehubungan dengan gereja bawah tanah yang dirintisnya. Setelah menyalahkan Richard karena dia tidak mau menyebutkan orang-orang kontaknya, Grecu memaksa Richard untuk menulis semua peraturan yang dilanggar oleh Richard selama di penjara.

Wumbrand dengan taat melakukannya dan menuliskan "Deklarasi"-nya. Selama dua tahun lebih dia tidak pernah memegang pena, karena itu Wumbrand mengalami kesulitan untuk menulis. Setelah dia menuliskan semua aturan yang telah dilanggarnya, dia mengakhirinya dengan pengakuan, "Saya tidak pernah berbicara melawan para Komunis. Saya adalah murid Kristus, yang telah mengajarkan kepada para murid-Nya untuk mengasihi para musuh. Saya memahami mereka dan berdoa untuk pertobatan mereka sehingga mereka bisa menjadi saudaraku dalam iman."

Letnan Grecu telah mengindoktrinasi dengan kepercayaan bahwa Komunisme adalah jawaban bagi semua permasalahan dunia. Grecu sendiri merasa percaya bahwa dia telah menjadikan keadaan dunia menjadi lebih baik, tetapi ketika dia membaca "Deklarasi" yang dibuat Wumbrand dia merasa tertegun. Bagaimana Wumbrand bisa menuliskan tentang kasihnya kepada pemerintah yang telah memasukkannya ke dalam penjara dan menganiayanya selama bertahun-tahun?

Grecu mencemooh, "Ini adalah satu dari perintah Kristen yang harus dijaga dan tidak dapat diambil oleh orang lain."

Wumbrand memperhatikan Letnan Grecu dengan sorot mata yang memancarkan kasih Allah, dan meresponnya, "Bukan masalah untuk menjaga suatu perintah. Pada waktu saya menjadi seorang Kristen, saya seperti dilahirkan kembali dengan karakter baru yang penuh dengan kasih. Sama seperti air yang dapat mengalir selama musim semi, maka kasih yang tulus hanya dapat keluar dari hati yang mengasihi."

Selama beberapa tahun kemudian, Wumbrand mempunyai banyak kesempatan untuk menceritakan tentang kasih Allah kepada Letnan Grecu. Sebelum dia dibebaskan dari sel penjara, Wumbrand diberi kehormatan saat melihat Grecu menerima Kristus sebagai Juruselamat.

Sumber:
Judul Buku : Jesus Freaks
Judul Artikel: Lieutenant Grecu, Romania circa 1948
Penulis : dc Talk and The Voice of the Martyrs
Penerbit : Albury Publishing, Tulsa, Oklahoma, 1999
Halaman : 115 – 116

MENGENAL RICHARD WUMBRAND

Richard Wumbrand adalah pendeta penginjil yang menghabiskan waktu selama 14 tahun dalam penjara di Rumania karena pelayanannya bagi gereja bawah tanah. Ia adalah salah satu dari pemimpin, pengarang dan pendidik Kristen Rumania yang dikenal luas.

Sejuta pasukan Rusia masuk ke Rumania pada tahun 1944 dan membuka jalan bagi Komunis untuk berkuasa. Saat komunis berusaha mengendalikan gereja-gereja untuk tujuan mereka sendiri, Richard dan Sabina Wumbrand segera memulai pelayanan gereja bawah tanah yang efektif kepada orang-orang yang diperbudak dan tentara Rusia yang menjajah.

Sejak hari pertama pertobatannya, pendeta Richard Wumbrand mohon kepada Tuhan supaya mengijinkannya pergi ke Rusia untuk bekerja di antara orang-orang Atheis di daratan itu. Sekarang merekalah yang telah datang kepadanya dan segera ia bekerja. Secara rahasia, keluarga Wumbrand menerbitkan Injil di Rusia. Lebih dari 100.000 buku didistribusikan di warung, tempat parkir, stasiun kereta api, dan dimanapun orang Rusia dapat ditemukan.

Banyak orang tidak mau menjalankan pelayanan Kristen dalam kondisi seperti saat pendudukan Soviet atas Rumania. Namun dengan kecerdikannya yang mengherankan, Richard Wumbrand mengajar aktivitas misionarinya diantara orang Rusia dan memimpin gerakan gereja bawah tanah yang bertumbuh selama bertahun-tahun.

Pekerjaan tersebut merupakan awal terbentuknya "The Voice of The Martyrs" (artinya: "Suara Para Martir" — organisasi "The Voice of The Martyrs" yang melakukan pelayanan di Indonesia menamakan dirinya "Kasih dalam Perbuatan").

Pekerjaan ini begitu efektif sehingga ia akhirnya ditangkap pada tahun 1948. Richard menghabiskan total waktu selama 14 tahun di penjara komunis, dimana tiga tahun diantaranya dia dikurung sendirian dalam sel, tidak ada siapapun kecuali para penganiaya Komunis. Pendeta Wumbrand mengalami siksaan berulang kali dan tidak berperikemanusiaan.

Richard Wumbrand dibebaskan dengan amnesti umum pada tahun 1964. Pada mulanya dunia berharap melihat seorang yang kalah dan lemah, namun sebaliknya dunia menyaksikan seorang raksasa rohani yang telah mengatasi situasi yang tanpa harapan melalui kasihnya kepada Kristus. Pada bulan Mei 1966, ia bersaksi di Washington di hadapan Sub Komite Keamanan Internal Senat. Dia membuka pakaian yang menutupi pinggangnya untuk menunjukkan 18 luka dalam yang memenuhi tubuhnya.

Panggilan Pendeta Wumbrand semakin jelas saat ia membangun pelayanan The Voice of the Martyrs di seluruh dunia dan dengan segera dikenal sebagai "Suara gereja bawah tanah." Para pemimpin Kristen menyebutnya "martir yang hidup" dan "Rasul Paulus dari Tirai Besi."

Sumber:
Judul Buku : Berkorban demi Kristus
Judul Artikel: Orang yang Berani Bicara
Penulis : Richard Wumbrand
Penerbit : Yayasan Kasih dalam Perbuatan, Indonesia, 2002
Halaman : 1 – 3

THE VOICE OF THE MARTYRS
==> http://www.persecution.com/

Pelayanan organisasi "The Voice of The Martyrs" ditujukan khusus bagi gereja-gereja teraniaya. Lima tujuan utama dari pelayanan "The Voice of The Martyrs" adalah:
1. Membagikan Alkitab, literatur, dan siaran radio Kristen dalam berbagai bahasa di negara-negara yang tertutup bagi Injil.
2. Memberikan bantuan bagi keluarga-keluarga martir Kristen di daerah-daerah tersebut di seluruh dunia.
3. Mendorong semangat dan membantu membangun kembali kehidupan dan kesaksian mereka yang ada di negara-negara yang menderita akibat penindasan komunis.
4. Memenangkan orang-orang yang menentang Injil.
5. Menginformasikan tentang penganiayaan yang dialami umat Kristen serta keberanian dan iman orang-orang Kristen yang teraniaya.

Sumber : JEMMi Nov.2002, Vol 5 No.45

Advertisements