Mendua (Yakobus 1:8)

Nancy hingga kini belum menikah. Padahal pada saat mudanya, banyak pemuda yang datang padanya dan memintanya agar menjadi isterinya. Sayang, Nancy tidak bisa memutuskan pemuda yang terbaik untuk dijadikan suaminya.

Ronald juga mengalami hal yang hampir sama. Cuman dia bukan dalam hal jodoh melainkan dalam hal wiraswastanya. Teman-temannya sudah berjaya, tetapi Ronald masih saja ‘sederhana’ seperti dulu. Padahal teman-temannya pernah mengajaknya untuk berbisnis yang sama dengan mereka. Tetapi Ronald tidak bisa mengambil keputusan karena Ronald mempunyai terlalu banyak pertimbangan sehingga selalu bimbang.

Baik Nancy maupun Ronald gagal karena mereka tidak bisa mengambil keputusan. Dan satu penyebab seseorang tidak bisa mengambil keputusan ialah karena terlalu banyak pertimbangan atau dengan kata lain tidak adanya keputusan tunggal. Segala sesuatu selalu mendua dan akhirnya … bisa ditebak, yakni kegagalan. Karena setiap orang yang mendua, hatinya tidak pernah tenang dan tidak bisa diharapkan hasil yang optimal daripada orang-orang yang bertipe demikian.

Sebab itu janganlah mendua dalam segala hal. Terlebih-lebih dalam rohani. Sdr harus mengambil keputusan. Ikut Yesus atau ikut setan. Itu saja.

Salam kasih, Deny S Pamudji
Jakarta, 15 Agustus 2001