Yefta (Hakim-hakim 11:1-12:7)

Secara keturunan Yefta tidak layak disebut anak baik karena dia adalah anak seorang perempuan sundal. Yefta juga bergaul dengan preman-preman sebelum para tua-tua Gilead memintanya untuk melawan bani Amon.

Yefta kemudian bertobat dan menjadi percaya pada Tuhan. Dan satu hal yang perlu dicatat tentang keseriusannya dalam bertobat ialah dia TIDAK mengingkari nazar yang pernah dibuatnya walaupun sebenarnya hatinya hancur karena akibat nazar tsb dia harus kehilangan puteri yang disayanginya untuk korban bakaran.

Terakhir setelah menang terhadap bani Amon dan suku Efraim, Yefta diberi kesempatan oleh Tuhan untuk memerintah sebagai hakim atas orang Israel enam tahun lamanya.

Pelajaran yang dapat ditarik ialah janganlah lagi melihat keturunan siapa dan siapa dia dulu, melainkan siapa dia sekarang dan mau apa dia nanti.

Salam kasih, Deny S Pamudji
Jakarta, 21 Nopember 2001