MENJADI BERKAT
Pdt. Denny Pantouw
31 Mei 2002 / PD Mezbah Maleakhi
Dirangkum oleh : Ev. Ade Sugeng Wiguno

Ulangan 28
28:1 "Jika engkau baik-baik mendengarkan suara Yahweh, Tuhan-mu, dan melakukan dengan setia segala perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka Yahweh, Tuhan-mu, akan mengangkat engkau di atas segala bangsa di bumi.
28:2 Segala berkat ini akan datang kepadamu dan menjadi bagianmu, jika engkau mendengarkan suara Yahweh, Tuhan-mu:
28:3 Diberkatilah engkau di kota dan diberkatilah engkau di ladang.
28:4 Diberkatilah buah kandunganmu, hasil bumimu dan hasil ternakmu, yakni anak lembu sapimu dan kandungan kambing dombamu.
28:5 Diberkatilah bakulmu dan tempat adonanmu.
28:6 Diberkatilah engkau pada waktu masuk dan diberkatilah engkau pada waktu keluar.
28:7 Yahweh akan membiarkan musuhmu yang maju berperang melawan engkau, terpukul kalah olehmu. Bersatu jalan mereka akan menyerangi engkau, tetapi bertujuh jalan mereka akan lari dari depanmu.
28:8 Yahweh akan memerintahkan berkat ke atasmu di dalam lumbungmu dan di dalam segala usahamu; Ia akan memberkati engkau di negeri yang diberikan kepadamu oleh Yahweh, Tuhan-mu.
28:9 Yahweh akan menetapkan engkau sebagai umat-Nya yang kudus, seperti yang dijanjikan-Nya dengan sumpah kepadamu, jika engkau berpegang pada perintah Yahweh, Tuhan-mu, dan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya.
28:10 Maka segala bangsa di bumi akan melihat, bahwa nama Yahweh telah disebut atasmu, dan mereka akan takut kepadamu.
28:11 Juga Yahweh akan melimpahi engkau dengan kebaikan dalam buah kandunganmu, dalam hasil ternakmu dan dalam hasil bumimu–di tanah yang dijanjikan Yahweh dengan sumpah kepada nenek moyangmu untuk memberikannya kepadamu.
28:12 Yahweh akan membuka bagimu perbendaharaan-Nya yang melimpah, yakni langit, untuk memberi hujan bagi tanahmu pada masanya dan memberkati segala pekerjaanmu, sehingga engkau memberi pinjaman kepada banyak bangsa, tetapi engkau sendiri tidak meminta pinjaman.
28:13 Yahweh akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah Yahweh, Tuhan-mu, yang kusampaikan pada hari ini kaulakukan dengan setia,
28:14 dan apabila engkau tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri dari segala perintah yang kuberikan kepadamu pada hari ini, dengan mengikuti dewa lain dan beribadah kepadanya."

(Terjemahan dari Alkitab versi Young’s Literal Translation – Quickverse 6)

I. KUTUK DAN BERKAT HANYALAH PERMULAAN

Kutuk dan berkat adalah hal yang mudah untuk didapat. Begitulah kira-kira pesan beliau. Bila kita hidup sebagai umat-Nya yang kudus, berjalan sesuai dengan ketetapan-Nya, maka kita akan mendapatkan berkat, yang dirinci dengan jelas di ayat – ayat diatas. Asalkan kita taat, kita mendapatkan berkat. Tidak perlu mencintai Tuhan, tidak perlu bermotivasi dengan benar, inilah hukum Alkitabiah yang dipraktekkan bukan hanya oleh umat Yahudi jaman dahulu melainkan juga oleh agama – agama lain di dunia, termasuk oleh gerakan jaman baru / New Age Movement. Turuti saja perintah – perintah Tuhan dalam Alkitab maka kita akan diberkati. Tidak taat, kutuk. Simple sekali bukan.

Tentu kita juga tahu bahwa hidup Abraham, Ishak dan Yakub mulai menjadi berkat setelah mereka belajar memberkati. Abraham diberkati setelah memberikan perpuluhan kepada Imam Melkisedek. Demikian pula Yakub diberkati setelah mendirikan Altar di Bethel. Tetapi, hidup dari Abraham, Ishak dan Yakub LEBIH dari sekedar diberkati. Ada satu level diatas itu semua yaitu MENJADI BERKAT.

II MENJADI BERKAT BERBEDA DENGAN MENDAPATKAN BERKAT

Untuk hidup menjadi berkat jelas lebih sulit. Inilah dimana 45 menit kesaksian hidup beliau memainkan peranan. Intinya, beliau diselamatkan karena mujizat, lalu setelah itu sampai bertahun-tahun lamanya beliau menerima berkat. Dari punya vespa, lalu naik mobil. Dari menyewa bilik untuk ibadah, sampai bisa kebaktian di restoran ber AC, bahkan memiliki gedung sendiri yang sekarang sedang diselesaikan pembangunan lantai 3-nya. Berkat. Tetapi untuk MENJADI BERKAT, justru seringkali saat kita tidak punya apa-apa, kita menjadi berkat.

Dan untuk menjadi berkat, kadang kala kita harus melepaskan hak kita sebagaimana dijanjikan di ayat-ayat diatas. Bila kita masuk ke hutan demi Injil, tentu tidak ada tempat bagi kemewahan pribadi. Bahkan banyak hamba-hamba Tuhan yang Tuhan perintahkan untuk memberikan persembahan kasih yang baru saja mereka terima kepada orang lain. Seringkali sejak seseorang bertekad untuk menjadikan hidupnya berkat bagi bangsa-bangsa, semua hak yang biasa diperolehnya "diminta" oleh Tuhan.

Demikian pula dengan kesaksian hidup Pdt. Denny. Di hutan, tidak ada kota (ayat 3), kita tidak punya ladang untuk Tuhan berkati (ayat 3), tidak ada hasil bumi dan hasil ternak yang kita kerjakan (ayat 4) , tidak ada bakul dan tidak ada adonan (ayat 5) dan seterusnya. Kita akan mengalami tidak ada pekerjaan yang bisa diberkati Tuhan karena kita tidak bekerja (bagi anda hamba-hamba Tuhan – ayat 12).

TETAPI, bagian bagi orang yang mau menjadi berkat sungguh berbeda, yaitu kemuliaan yang Tuhan sediakan bagi hamba-hambaNya.

III MENGAPA TIDAK SEMUA ORANG “MAU” MEMBERKATI

Anda pasti tidak setuju dengan judul bagian 4 ini. Kalau ada sisa uang, sisa tenaga dan sisa waktu siapa yang tidak mau memberkati? Tetapi maksud saya adalah mau memberkati dengan apa yang bukan sisa.

Mengapa kita cenderung berpikir memberkati dari sisa, dan bukan sebagai prioritas? Alasan yang disampaikan Pak Denny Pantouw adalah tidak semua orang TAHU DENYUT NADI TUHAN. Tidak semua orang sadar prioritas, hati dan kemauan Tuhan. Apa denyut nadi Tuhan? Menyelamatkan jiwa-jiwa!

"Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena IA MENGHENDAKI SUPAYA JANGAN ADA YANG BINASA, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat." 2 Petrus 3:9

Itu prioritas utama sehingga perjanjian lama dipenuhi janji akan kedatangan mesias, Injil adalah berita keselamatan dan Perjanjian Baru dipenuhi dengan instruksi menjelang kedatanya Sang Mesias yang kedua kalinya.

Banyak umat Tuhan cukup puas dengan diberkati dengan melaksanakan Firman Tuhan (termasuk mengembalikan perpuluhan). Ada sebagian yang lagi yang lebih kecil dari bagian pertama yang memberi bagi Tuhan dari sisa berkat yang ada. Kalau lagi ada berkat LEBIH, lalu memberi. Tetapi sangat jarang ada umat Tuhan yang mau menjadi berkat. Dalam MENJADI berkat, memberkati adalah sebuah prioritas. Perhatian, saya tidak hanya berbicara mengenai uang, melainkan juga mengenai tenaga dan waktu. Perhatikan contoh-contoh berikut ini.

Seorang rekan saya saat ini sedang menjadi misionaris di Russia meski tidak juga menurut definisi misionaris yang baku. Dia menjadi petugas hot-line service sebuah organisasi Kristen setelah beliau seharian bekerja sebagai guru bahasa Inggris di sebuah sekolah Kristen. Rekan ini bisa berkata, aku lelah bekerja seharian, menjadi saksi selama sehari penuh di Sekolah. Aku layak dapat istirahat dan menonton TV di rumah sambil menyantap makan malam. Tetapi dia mengenal denyut nadi Tuhan dan melakukan bagiannya untuk menjadi berkat bagi Russia.

Selama saya sekolah, setiap kali “orang tua angkat” saya pergi melayani (mereka wakil gembala sidang sebuah gereja Assembly of God di wilayah kami) selalu ada seorang nenek tua yang kami sebut “Auntie Bea” datang dan menyetrika baju-baju kami sambil mengajak saya berbicara sampai orang tua angkat saya kembali. Dia tidak menerima bayaran sedikitpun meskipun hidupnya sangat sederhana. Tetapi dia memberikan waktu dan tenaganya. Puji Tuhan, itu memberkati saya sampai hari ini sekalipun (that was 12 years ago !!!).

Pernah saya sampaikan, bahwa menjadi berkat sebenarnya adalah (bahasa Jawanya) “cari penyakit”. Semua sudah berjalan dengan sangat baik. Tetapi anda mengorbankan apa yang tidak perlu anda korbankan supaya ada dampak yang kekal pada hidup orang lain. Itulah menjadi berkat. Itulah mengenal denyut nadi Tuhan.

Untuk mencapai ke tingkat ini memang perlu kematangan dan kedewasaan rohani yang sangat tinggi. Anda akan meninggalkan semua yang sebenarnya menjadi hak anda. Hak diberkati, hak untuk menjadi kepala dan bukan ekor, serta hak-hak lainnya. Tetapi itulah inti dari menjadi berkat. Bukan berarti anda tidak lagi boleh diberkati, melainkan sebuah proses yang pada akhirnya membuat anda menjadi semakin serupa dengan Kristus yang tidak terikat oleh apapun dari dunia ini.

IV MENGAPA PERLU MENJADI BERKAT ?

A. Karena Tuhan menginginkan bahwa melalui keturunan Abraham bangsa-bangsa di bumi akan diberkati. Ini adalah perjanjian antara Tuhan dan Abraham.

Kejadian 12:2 Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat.
Kejadian 18:18 Bukankah sesungguhnya Abraham akan menjadi bangsa yang besar serta berkuasa, dan oleh dia segala bangsa di atas bumi akan mendapat berkat? Kejadian 22:18 Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, karena engkau mendengarkan firman-Ku." Kejadian 26:4 Aku akan membuat banyak keturunanmu seperti bintang di langit; Aku akan memberikan kepada keturunanmu seluruh negeri ini, dan oleh keturunanmu semua bangsa di bumi akan mendapat berkat,

Tetapi kita semua tahu bahwa para keturunan Abraham gagal total dalam melaksanakan misi Tuhan ini. Oleh karena itu sebagai keturunan Abraham "rohani" oleh karena penebusan Yesus Kristus kita wajib meneruskan bukan hanya janji-janji Tuhan pada Abraham melainkan juga maksud dan rencana Tuhan pada Abraham.

Sama seperti kita berhak mendapatkan janji – janji berkat yang Tuhan berikan pada Abraham dan keturunannya, kita pun sebenarnya sudah terkena kewajiban untuk menjadi berkat bagi bangsa-bangsa yang adalah maksud Tuhan bagi Abraham dan keturunannya.

B. SEBAGAI DAMPAK DARI KASIH KRISTUS

Berkat macam apa yang harus kita salurkan di masa Anugerah ini? Segala berkat yang membantu terlaksananya isi hati / denyut nadi Tuhan yaitu : "Karena begitu besar kasih Tuhan akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal." – Yohanes 3:16

"Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita; jadi kitapun WAJIB menyerahkan nyawa kita untuk (memberkati) saudara-saudara kita." I Yohanes 3:16

V ANDA BISA MENJADI BERKAT

Menjadi berkat bukan berarti menjadi hamba Tuhan karir seperti para gembala sidang anda, atau menjadi evangelis yang anda saksikan di Televisi melainkan bersedia memberikan kepada Tuhan seluruh hidup kita. Andapun bisa menjadi berkat sekalipun anda adalah seorang bisnisman atau karyawan.

Saya memasukkan hamba Tuhan kontrak / yang digaji sebagai karyawan. Hamba Tuhan yang saya maksud adalah hamba Tuhan penuh waktu (full timer) tanpa gaji. (Hey, jangan bilang nggak ada. Direktur YWAM untuk kawasan Pacific semasa saya masih melayani di sana tidak digaji sama sekali dan tidak ada waktu tersisa untuk kerja sambilan).

Seringkali pikiran para karyawan / bisnisman dikotori dengan berbagai hal yang tanpa kita sadari melumpuhkan iman kita. Tahun lalu kita sering berbicara mengenai "Tuhan akan mempermalukan Mammon". Dan itu kita alami selama perjalanan pelayanan kita di KBPI 1 dan 2. Tetapi seberapa banyak karyawan dan bisnisman yang mengalami mujizat dalam hal keuangan? Berapa banyak Tuhan mempermalukan Mammon dalam hidup anda? SANGAT SEDIKIT! Sebagian dari kita malah tidak pernah mengalami ini sama sekali. Mengapa? Karena kita terlalu percaya pada hukum ekonomi, dan kurang percaya pada Firman Tuhan.

Misalnya gaji 2 juta, potong perpuluhan 200rb, potong transportasi bensin, parkir dll 400rb, potong kos 500rb, potong biaya komunikasi 150rb, potong biaya hidup 500rb maka anda hanya punya sisa uang sebesar Rp. 250.000,-

Dengan sisa dana Rp. 250.000,- anda akan bersikap defensive. Bersikap defensive berarti anda percaya bahwa sebagai karyawan penuh waktu, Tuhan tidak akan sanggup memberi anda uang ekstra untuk membantu pekerjaan Tuhan. Anda akan berpikir, "darimana Tuhan akan memberi saya ekstra uang? Gaji saya kan tetap segini sampai saya naik gaji !". Tanpa sadar, iman anda sudah lumpuh. Satu – satunya harapan anda untuk uang lebih adalah naik jabatan (otomatis naik gaji). Tetapi percayalah, dari pengalaman saya selama ini, saat anda naik gaji, gaya hidup anda juga akan ikut naik dan pada akhir bulan anda tetap akan bersifat defensive.

Seringkali kita lupa bahwa hamba Tuhan non gaji / kontrak tidak mendapatkan gaji tetap seperti anda. Tetapi heran, mereka mampu mendapatkan dana secara fleksibel untuk mencukupi kebutuhan mereka setiap bulannya. Janganlah kita pikir mereka manusia super yang rohaninya lebih tinggi dari kita. Bahkan sekalipun rohani mereka lebih tinggi, ujian yang mereka alami tidak menjadi lebih ringan dari apa yang kita alami.

Menjadi berkat, atau memberkati orang lain tidak tergantung dari sisa pendapatan kita, melainkan seharusnya menjadi doa dan prioritas kita, semua umat Tuhan.

Ingat, 1 Yohanes 3:17 berbunyi : "Barangsiapa MEMPUNYAI (bukan berkelimpahan dalam) harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Tuhan dapat tetap di dalam dirinya?"

Ayat ini bukan berarti anda tidak boleh memiliki apa – apa, melainkan menantang kita semua yang masih memiliki harta duniawi untuk belajar (1) memberkati, dan (2) menerima mujizat sebagai akibat dari memberkati, sama seperti janji Tuhan pada Abraham.

VI DIBERKATI, MEMBERI BERKAT ATAU MENJADI BERKAT?

Itu adalah pilihan anda. Tetapi bila anda benar – benar mau menyenangkan hati Tuhan, anda tahu mana yang harus anda pilih. Mungkin akan menyakitkan. Mungkin jauh dari kenyamanan. Tetapi itulah isi hati Tuhan. Saya harap kita semua memilih untuk benar – benar membawa yang terbaik bagi Tuhan. Bukan hanya lagu, bukan hanya slogan, tetapi sebuah rhema. Amin !