3 LARANGAN TERAKHIR YESUS
Dirangkum oleh : Sugeng Wiguno

Shaloom,
Ijinkan saya membagikan apa yang saya dapatkan dari Firman Tuhan yang dibawakan oleh Pdt. Petrus Agung (JKI Injil Kerajaan – Semarang) tahun lalu.

Sebelum Tuhan Yesus terangkat ke surga, Dia memberikan beberapa pesan penting. Hal terpenting yang pernah diucapkan seseorang biasanya adalah sesaat sebelum kepergiannya. Begitu pula dengan Tuhan Yesus, kita semua tahu betul pesan terpenting itu, salah satunya adalah "Amanat Agung". Tetapi Pdt. Petrus Agung menyoroti hal yang sering kita lewatkan yaitu 3 LARANGAN terakhir dari Tuhan Yesus.

Segera setelah Tuhan Yesus meninggalkan mereka dan naik ke surga, para rasul itu "diberikan kuk" yang lain, yang lebih berat, lebih dahsyat dan saya percaya sumber kekuatan mereka dan kita semua yang segera akan menghadapi sebuah pelayanan yang sangat berat dan dahsyat adalah bila kita memperhatikan ketiga larangan ini.

Jadi jangan hati perintah (what to do) terakhir Tuhan Yesus (amanat agung) saja yang kita kerjakan, tetapi dalam mengerjakannya perhatikan pula laranganNya (what to NOT do)

LARANGAN PERTAMA

Yohanes 21:20-23
20 Ketika Petrus berpaling, ia melihat bahwa murid yang dikasihi Yesus sedang mengikuti mereka, yaitu murid yang pada waktu mereka sedang makan bersama duduk dekat Yesus dan yang berkata: "Tuhan, siapakah dia yang akan menyerahkan Engkau?"
21 Ketika Petrus melihat murid itu, ia berkata kepada Yesus: "Tuhan, apakah yang akan terjadi dengan dia ini?"
22 Jawab Yesus: "Jikalau Aku menghendaki, supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, ITU BUKAN URUSANMU. Tetapi engkau: ikutlah Aku."
23 Maka tersebarlah kabar di antara saudara-saudara itu, bahwa murid itu tidak akan mati. Tetapi Yesus tidak mengatakan kepada Petrus, bahwa murid itu tidak akan mati, melainkan: "Jikalau Aku menghendaki supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu."

Larangan pertama sebelum Tuhan Yesus meninggalkan murid – muridNya sebelum terangkat ke surga adalah : JANGAN BERPALING PADA ORANG LAIN.

Sejak sewaktu Yesus masih hidup di dunia ini, keributan diantara para murid selalu SIAPA YANG TERBESAR (Markus 9:34, Lukas 946) . Bahkan setelah Tuhan Yesus bangkitpun semangat untuk saling membandingkan siapa yang terbesar terus berlanjut.  Pada artikel saya terdahulu berjudul "Sebelum Amanat Agung" saya sudah menjelaskan bahwa Simon Petrus mendapatkan perhatian yang khusus dari Tuhan Yesus. Bahkan setelah Tuhan Yesus bertanya tiga kali "apakah engkau mengasihi Aku", praktis Tuhan Yesus "menubuatkan" jalan hidup Simon Petrus. Tetapi, PETRUS BERPALING PADA YOHANES, membandingkan dirinya dengan Yohanes. Mengapa seseorang membandingkan dirinya dengan orang lain ? KESOMBONGAN. Bila lebih baik sombong, bila orang lain lebih baik, iri. Keduanya dosa. Dan Tuhan Yesus dengan tegas mengatakan JANGAN URUSI YANG BUKAN URUSAN KITA. Bahkan pada ayat ke 23 tersiar gossip tentang Yohanes yang tidak baik dan tafsiran terbaiknya adalah bahwa penyebar gossip itu adalah orang yang tidak suka atau iri pada Yohanes. Dalam hal ini hanya ada satu kemungkinan yaitu Simon Petrus.

Bila kita mulai berpaling pada orang lain, ingin tahu yang bukan urusan kita, membandingkan diri sendiri dengan orang lain, maka yang ada adalah kita merasa Tuhan lebih mengasihi orang lain daripada kita. Lalu kita kecewa karena apapun alasannya ;dalam hal Simon Petrus, dia merasa Yesus menginginkan Yohanes untuk tidak mati sedangkan dia akan mati dan masa tuanya tidak menyenangkan jadi Yesus lebih sayang pada Yohanes dibandingkan dirinya. Alkitab memang luar biasa. Menurut pengalaman saya, sama persis dengan yang dituliskan di Alkitab, orang yang kecewa pada diri sendiri dan iri pada orang lain, sama seperti Simon Petrus akan lalu menyebarkan gossip. Dan akar dari semua ini adalah – berpaling pada orang lain.

Di seluruh Alkitab, TUHAN TIDAK PERNAH MENGINGINKAN KITA MENJADI LEBIH BAIK DARI ORANG LAIN. Yang ada adalah kita menjadi yang terbaik. Jangan membandingkan diri pada orang lain. Jangan ingin jadi seperti orang lain. Jangan bahkan sekalipun kita berpaling pada orang lain.

LARANGAN PERTAMA : JANGAN BERPALING PADA ORANG LAIN

LARANGAN KEDUA

Kis 1:4-5
4 Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang–demikian kata-Nya–"telah kamu dengar dari pada-Ku.
5 Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus."

Larangan kedua adalah JANGAN PERGI (MELAYANI) TANPA PENYERTAAN ROH KUDUS.

Banyak diantara hamba – hamba Tuhan yang melayani Tuhan dengan kekuatan sendiri. Istilah Alkitabnya, begitu mendengar amanat agung langsung ngibrit lari keluar ke ujung bumi. Saya rasa ini tidak perlu dijabarkan lagi karena topik ini sudah sangat terkenal. Tetapi intinya adalah JANGAN PERGI (MELAYANI) TANPA PENYERTAAN ROH KUDUS.

LARANGAN KETIGA

Kisah Para Rasul 1
6 Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ: "Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?"
7 Jawab-Nya: "ENGKAU TIDAK PERLU MENGETAHUI MASA DAN WAKTU,YANG DITETAPKAN BAPA SENDIRI menurut kuasa-Nya.
8 Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."

Larangan ketiga adalah JANGAN MENCAMPURI KEDAULATAN TUHAN.
Contoh disini sudah sangat jelas, umat kristen paling suka mencampuri dan mendikte Tuhan soal waktu. Tetapi sebenarnya bukan hanya waktu, tetapi SEMUA HAL yang menyangkut kedaulatan Tuhan, serahkan pada Tuhan.

Saya tahu Alkitab menuliskan kita harus meminta karunia Roh. Tetapi KAPAN dan karunia APA yang akan Tuhan berikan, serahkan pada Tuhan. Saya tahu Alkitab menuliskan mintalah apa saja, tetapi apakah itu hendak dikabulkan atau tidak dan kapan akan dikabulkan, serahkan pada Tuhan.

Bagi penginjil, karena saya adalah seorang penginjil, JANGAN MEMAKSAKAN JIWA – JIWA BERTOBAT DI TANGAN ANDA.
Apa motivasi anda bila anda memaksa Tuhan untuk mempertobatkan jiwa – jiwa di tangan anda ? JANGAN MEMAKSAKAN YANG SAKIT SEMBUH DI TANGAN ANDA. Saya jamin pasti motivasi yang tidak benar atau tidak Alkitabiah karena Alkitab tidak menjamin dunia akan bertobat atau sembuh atau menerima apa yang baik dari Tuhan melalui tangan anda, tetapi Alkitab hanya menjamin bila anda pergi, Tuhan menyertai.

Jadi, doakan, imani dan impikan dengan sungguh semua yang baik tetapi JANGAN INGIN MENCAMPURI KEDAULATAN TUHAN ATAU BAHKAN INGIN TAHU APAPUN YANG BAPA SENDIRI PUTUSKAN.

Bahaya dari orang yang suka ingin tahu apa yang menjadi kedaulatan Tuhan, mereka TIDAK AKAN MENDAPATKAN JAWABAN YANG MEMUASKAN, lalu mereka akhirnya mereka – reka sendiri apa yang mereka tidak ketahui dan akhirnya timbullah konsep – konsep yang tidak benar karena pikiran manusia jelas bukan pikiran Tuhan. Manusia tidak perlu tahu apa yang ada di dalam pikiran Tuhan. Mengucap syukur bila Tuhan membagikan isi hatinya. Tetapi bila tidak, KITA TIDAK PERLU TAHU APAPUN YANG BAPA SENDIRI PUTUSKAN. Dengan kata lain, PERCAYALAH PADA KEDAULATAN TUHAN.

Semoga anda, seperti saya, dikuatkan oleh Firman Tuhan ini. Tuhan Yesus memberkati !

JANGAN BERPALING PADA ORANG LAIN
JANGAN PERGI (MELAYANI) TANPA PENYERTAAN ROH KUDUS
JANGAN MENCAMPURI KEDAULATAN TUHAN

Advertisements