BERBUAT KEBAIKAN (Galatia 6:9)
Dikirim oleh : Fransisca Adella Kipuw

Nats: Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah (Galatia 6:9)

Suatu pagi seorang pemuda sedang berjalan di pinggir pantai. Ia  melihat begitu banyak bintang laut yang terdampar di sana. Tak jauh dari situ ada seorang kakek yang sedang memunguti bintang laut dan melemparkannya kembali ke laut. Si pemuda mendekatinya dan bertanya, "Untuk apa Kakek melakukannya?" Kakek itu menjelaskan, bahwa semua bintang laut itu akan mati kalau terus-menerus kena cahaya matahari.  "Pantai ini begitu luas, ada ribuan bintang laut yang terdampar. Tidakkah usaha Kakek ini akan percuma saja?" tanya pemuda itu lagi.  Sambil mengambil satu bintang laut kakek itu berkata, "Tetapi pasti tidak akan percuma untuk yang satu ini."

Perbuatan baik, sekecil apa pun, tidak akan sia-sia. Kalaupun itu tidak mengubah seluruh keadaan, setidaknya bisa mengubah sebagian kecil dari keadaan. Seperti yang dilakukan oleh Sifra dan Pua, dua bidan yang secara diam-diam menyelamatkan bayi laki-laki orang Israel dari kekejaman Raja Mesir. Tindakan mereka memang tidak berpengaruh apa-apa terhadap keseluruhan nasib bangsa Israel-bangsa itu tetap menjadi budak di tanah Mesir. Akan tetapi, bagi para orangtua yang bayinya mereka selamatkan, pengaruhnya tentu besar sekali.

Oleh karena itu, marilah kita tidak jemu-jemu berbuat kebaikan; di mana pun dan dalam bentuk apa pun-entah dengan cara berbagi rezeki untuk sesama di sekitar kita, menolong orang lain yang membutuhkan, atau kebaikan apa saja. Jangan berpikir bahwa tindakan-tindakan semacam itu seperti membuang air ke lautan luas. Sebab, masing-masing pasti ada gunanya. Setidaknya bagi orang yang menerima kebaikan itu –AYA

TIDAK PERNAH ADA KEBAIKAN YANG SIA-SIA SEBAB TUHAN AKAN MENERUSKANNYA PADA ORANG YANG TEPAT

Sumber : Renungan Harian

Advertisements