" Selamat dari Lantai 81 WTC Tower I "
Kesaksian : Sujo & Mini John, USA.

Yang terkasih teman-teman dan para sanak saudara,
" Berbahagialah langkah-langkah orang yang benar sebagaimana perintah Tuhan…"
Walaupun kegelapan melingkupi kami dan kematian nampak membayangi kami semua. Damai kami miliki di dalam nama Tuhan… nama yang indah itu, Yesus. Ini adalah sebuah mujizat besar kalau saya masih hidup saat ini.

Banyak di antara Anda yang tahu bahwa kami biasa bekerja di WTC, Manhattan. Saya biasa bekerja di lantai 81 WTC Tower I (satu) dan istri saya, Mini bekerja di lantai 71 WTC Tower II (dua).

Izinkan saya menceritakan apa yang terjadi. Saya tiba di kantor pukul 7:30 pagi. Saya baru saja mengirim beberapa dokumen via mesin facsimile dan kembali ke meja dan mendengar ledakan keras yang nyata ini…. gedung kami bergetar dan miring… jeritan histeris terdengar di seluruh lantai gedung kami… pesawat pertama telah menabrak lantai atas gedung kami.

Seketika reruntuhan dari pesawat yang menabrak gedung masuk ke kantor kami dan segala sesuatunya mulai terbakar. Semua orang berusaha tenang dan kami mulai menuju tangga (darurat). Waktu itu hatiku merasa tertekan saat saya tidak mempunyai petunjuk kalau sebuah pesawat terbang telah menabrak gedung kami atau istriku yang juga bekerja. Ia hampir masuk ke gedung saat ia mulai bekerja pada pukul 9 pagi.

Saat kami semua sedang dievakuasi melalui tangga darurat) pesawat handphone-ku tidak berfungsi, jadi saya tidak bisa menghubungi istriku. Ketika saya memasuki sebuah kantor di lantai 53 dan berusaha mengadakan hubungan telepon… satu-satunya nomor yang bisa ku hubungi adalah nomor telepon sepupu istri saya yang tinggal di Qweens, NY.

Saya katakan padanya bahwa saya dalam keadaan baik-baik saja dan saya sedang turun melalui tangga.. akan tetapi saya benar-benar mengkhawatirkan istri saya, kemudian saya melanjutkan lari turun ke lantai bawah. Ketika kami sedang turun, terdapat ratusan petugas pemadam kebakaran dan petugas polisi yang akan menyelamatkan orang-orang yang terperangkap. Orang-orang pemberani ini tidak akan pernah lagi pulang ke rumah mereka.

Mereka mengawal kami melalui pintu keluar di WTC tower 2 dan (ketika) saya baru saja mencapai pintu roda (the revolving door) gedung itu, saya mendengar sebuah ledakan keras dan gedung keseluruhannya runtuh. Percayakah engkau temanku… kalau gedung berlantai 110 itu runtuh dan saya baru saja (tiba tepat) di pintu gedung dengan segala sesuatu yang terbang di atas kami, batu besar, (dan) manusia.

Sedikit di antara kami yang berkumpul di ujung gedung, tangan Allah memberikanku kekuatan ini… saya mulai menyatakan darah Yesus… memberitahukan orang-orang sekitar bahwa kita akan segera mati dan bila ada di antara mereka yang tidak mengenal Kristus untuk menyebut nama-Nya. Semua orang mulai menangis… Yesus! Ketika Anda dekat dengan kematian, percayalah banyak orang akan begitu siap untuk menerima Yesus kita (sebagai Tuhannya).

Kemudian seluruh gedung telah runtuh dan kami berada di reruntuhan … tidak ada satupun batu besar atau material lainnya jatuh menimpa saya. Saya sendiri berada 3 kaki dari jelaga seketika… Saya bangun… setelah itu semuanya tenang… Saya bisa melihat mayat-mayat dimana-mana.

Allah menunjukkan saya kepada seorang yang berada di lantai dasar yang memiliki lampu pencari a search light) yang menyala. Saya temui dia… dan berkata hanya Yesus yang dapat menyelamatkan kita dan karenanya kita hidup.

Ketika dia bangun, saya melihat tulisan FBI di jaketnya. Kami saling berpegangan tangan… dan mulai menelusuri reruntuhan… cahaya lampu itu menyelamatkan hidup kami… kami tidak dapat melihat apapun dikejauhan… ini seperti (di) sebuah badai salju… segala puing dan abu berterbangan dimana-mana.

Roh Kudus kemudian memperlihatkan kepada kami sebuah sinar yang sedang bercahaya dari atas sebuah ambulance, lalu saya katakan pada orang FBI ini bahwa lampu yang ada pada kami menyebabkan ambulance tersebut berada di jalan itu.

Kami bagaimanapun juga harus menuju ke ambulance tersebut walau sempat tertimpa reruntuhan yang berjatuhan tapi Allah tetap menjaga lampu kami agar tetap menyala demi saya. Mulai dari sana ini sangat mudah untuk menemukan jalan keluar kami.

Tetapi perasaan yang mencengkeram menghantui kala ingat istri saya yang berada di WTC Tower 2, dia pasti sudah mati. Segala bayangan melintas dalam pikiranku… Orang banyak mulai berlarian dari segala arah kota menuju tempat yang aman jauh dari pencakar langit.

Kami berlari, berjalan sekitar sejam dan sepanjang waktu itu dari pukul 8:45 pagi ketika pesawat pertama menabrak gedung, saya mencoba menggunakan telepon genggamku tapi selalu gagal. (Ketika waktu menunjukkan) Pukul 12 dan telepon genggamku (tiba-tiba) berbunyi… ini Mini dan dia katakan bahwa ia masih hidup dan ketika ia mendengar suaraku, dia sadar bahwa saya masih hidup.

Ini adalah mujizat lainnya dari bagaimana saya menerima telepon sebagaimana yang lainnya dapat menelpon atau menerima telepon. (Rupanya saat itu) Mini belum tiba di gedung… keretanya tiba di tempat 5 menit setelah tabrakan pertama sehingga ia (memutuskan untuk) tidak pergi ke gedung.

Ia sangat histeris sekali kala di jalan memikirkan saya telah mati dan ia dapat melihat orang-orang berlompatan keluar (terjun bebas) dari gedung.

Kami berdua selamat dan hidup. Ia tiba di 39th street in Manhattan dekat perahu (the Ferry) dan entah bagaimana saya tiba di sana. Kami melihat ke belakang dan melihat gedung kami keduanya di kelilingi abu yang menyisakan asap mengepul.

Saya tidak dapat menjelaskan perasaan saya kala kami saling bertemu. Kami berdua begitu sangat percaya bahwa kami mungkin tidak akan saling bertemu lagi. Ketika ledakan itu terjadi dan gedung itu remuk menimpaku, saya dapat melihat bayang wajah istri saya, orang tua saya, nenek terkasih melintas dalam benak saya dan sekarang alangkah leganya mendapati kami masih hidup. Allah begitu baik.

Kisah kami ini terlalu baik untuk dibenarkan. Saya tidak mengalami luka gores di tubuh saya. Izinkan saya memberitahukan padamu, teman bahwa Allah mengetahui jumlah helai rambut kita dan Allah kita tidak pernah tidur atau tertidur.

Waktu kedatanganNya akan segera tiba. Hiduplah setiap hari seakan- akan Ia akan datang pada hari ini. Kami hargai semua doa kalian. Banyak (relasi) dari penjuru dunia menghubungi kami. Hati saya merasa begitu pilu terhadap ribuan orang yang mati dalam gedung di mana banyak di antara orang-orang tersebut kami kenal.

Tuhan memberkati Anda semua.

Sujo & Mini John
173 Fort Lee Road Apt 1B
Teaneck NJ 07666

Tuhan memberkati kita semua !!! / God bless us all !!!
"Walau seribu orang rebah di sisimu, dan sepuluh ribu di sebelah kananmu, tetapi itu tidak akan menimpamu. Sebab Tuhan ialah tempat perlindunganmu, Yang Mahatinggi telah kaubuat tempat perlindunganmu," – Mazmur 91 : 7 & 9.
"A thousand may fall at your side, ten thousand at your right hand, but it will not come near you. If you make the Most High your dwelling – even the Lord, who is my refuge." – Psalm 91 : 7 & 9.

The Ministry / 14-10-01

Advertisements