Kesucian (Ibrani 13:4)

Penikahan menjadi perhatian penting bagi Tuhan Yesus. Bahkan mujizat pertama dari pelayanan-Nya dimulai dari pernikahan di Kana. Di sana air diubah menjadi anggur. Sesuatu yang kurang bernilai menjadi sesuatu yang bernilai lebih.

Tuhan Yesus juga mengajarkan bahwa ada orang yang sanggup untuk selibat (tidak menikah), tetapi ada juga yang tidak sanggup melakukannya karena nafsunya yang besar. Untuk yang kedua, sebaliknya dia menikah sebab jika tidak akan masuk dalam dosa.

Sesudah menikah, tentunya diharapkan nafsunya tidak diumbar pada siapa saja melainkan hanya pada pasangan hidupnya. Kesucian pernikahan harus dijaga dan jangan biarkan adanya PIL (Pria Idaman Lain) ataupun WIL (Wanita Idaman Lain). Karena baik yang memulai selingkuh maupun pasangan selingkuhan akan dihukum.

Jadi, pikirlah dua kali jika Sdr sekarang sedang mabuk asmara dengan PIL ataupun WIL.

Salam kasih, Deny S Pamudji
Jakarta, 14 Agustus 2001