MEMPRAKTEKKAN AJARAN (Roma 2:21)

Mahatma Gandhi mempelopori perjuangan rakyat India untuk merdeka dari penjajahan Inggris. Ajaran agama Hindu yang diterapkan secara sungguh-sungguh dalam hidupnya dan juga filosofi politiknya berpengaruh secara radikal dan revolusioner terhadap jutaan rakyatnya.

Sebelumnya, Gandhi pernah mempertimbangkan kemungkinan untuk menjadi pengikut Yesus. Karena tertarik pada kehidupan dan ajaran Yesus, Gandhi mengikuti kebaktian di sebuah gereja di Pretoria, Afrika Selatan. Namun kemudian ia menulis, "Bagi saya, jemaat di situ tidak memberi kesan bahwa mereka adalah kumpulan orang beriman, tetapi lebih tampak seperti orang-orang duniawi yang pergi ke gereja untuk berekreasi dan mengikuti tata cara keagamaan sebagai suatu kebiasaan." Ia berkesimpulan bahwa kekristenan tidak memberi nilai tambah apa pun bagi ajaran Hindu. Oleh karena itu, ia tidak jadi mengikut Yesus. Dengan demikian ia tetap menjadi orang yang terhilang, demikian pula dengan banyak pengikutnya.

Apakah kita juga bersikap tidak benar seperti jemaat di Pretoria? Apakah ketaatan kita pada kekristenan semata-mata hanya kebiasaan, sebagai suatu cara yang baik untuk membina hubungan sosial? Dengan melihat kualitas ibadah dan ketaatan kita kepada Kristus, apakah seseorang yang ingin membina hubungan dengan Allah akan menjadi semakin tertarik atau justru menjauh? Apakah kita menjalankan kehidupan kristiani dengan sungguh-sungguh, sesuai dengan apa yang kita percayai? Adakah kita mempraktekkan apa yang kita ajarkan? (Roma 2:21)-VCG

APA YANG KITA LAKUKAN MERUPAKAN GAMBARAN TERBAIK DARI APA YANG KITA AJARKAN

Source : http://www.glorianet.org/rh/082001/05.html

Advertisements