Kronologis Penyaliban Yesus Kristus

Di sepanjang jalan ke Kalvari, Kristus memikul salibNya sampai kekuatanNya habis untuk membawanya lebih lama, lalu seorang bernama Simon dari Kirene disuruh membawa salib itu. Sesampainya di tempat pelaksanaan hukuman mati itu, pada saat itu juga Kristus disalibkan bersama dengan dua orang penjahat yang juga disalibkan di sebelah kanan dan kirinya. Di atas kepalanya dipasang tulisan yang berbunyi, "Iesus Nazarenus Rex Iudaeorus" (Inilah Yesus orang Nazaret, Raja orang Yahudi).

Urutan peristiwa penyaliban Kristus adalah sebagai berikut :

1) Sesampainya di Kalvari Kristus ditawari anggur bercampur em­pedu yang dapat mengurangi rasa sakit (Matius 27:33-34; Markus 15:22­23; Lukas 23:33; Yohanes 19:17).

2) Setelah menolak minuman itu, Kristus disalibkan bersama-sama dengan dua penjahat itu (Matius 27:35-38; Markus 15:24-28; Lukas 23:33-38; Yohanes 19:18-24).

3) Seruan pertama di atas salibNya: "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat" (Lukas 23:34).

4) Serdadu-serdadu membagi-bagi pakaianNya dengan membuang undi, dus menggenapkan Kitab Suci (Matius 27:35; Markus 15:24; Lukas 23:34; Yohanes 19:23-24).

5) Imam-imam dan ahli-ahli Taurat, maupun orang banyak, meng­olok-olok Yesus (Matius 27:39-44; Markus 15:29-32; Lukas 23:35-38).

6) Salah seorang penjahat yang disalibkan itu percaya kepadaNya (Lukas 23:39-43).

7) Seruan kedua di atas salib itu, "Sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus" (Lukas 23:43).

8) Seruan ketiga, "lbu, inilah anakmu!" dan kepada Yohanes, "Inilah ibumu!" (Yohanes 19:26-27).

9) Tiga jam penuh kegelapan (Matius 27:45, Markus 15:33; Lukas 23:44).

10) Seruan keempat, "AllahKu, AllahKu, mengapa Engkau meninggal­kan Aku?" (Matius 27:46-47; Markus 15:34-36).

11) Seruan kelima, "Aku haus!" (Yohanes 19:28).

12) Seruan keenam, "Sudah selesai!" (Yohanes 19:30).

13) Seruan ketujuh, "Ya Bapa, ke dalam tanganmu Kuserahkan nyawaKu" (Lukas 23:46).

14) Yesus menyerahkan rohNya (Matius 27:50; Markus 15:37; Lukas 23:46; Yohanes 19:30).

Kejadian yang amat mengharukan hati dari kematian Yesus yang terpuji di atas salib ini, karena dosa-dosa seluruh isi dunia mempunyai makna theologis yang tak terkira pentingnya. Kristus hidup tidak sama seperti orang lain yang pernah hidup, dan Ia mati tidak sama seperti orang lain yang pernah mati.

Kronologis Kebangkitan Kristus

Kebangkitan Yesus Kristus merupakan salah satu kejadian penting dalam kehidupanNya di bumi di atas mana arti seluruh hidup dan matiNya bergantung. Kebangkitan adalah langkah pertama dalam pemuliaan Kristus yang susul menyusul. Dan juga merupakan penggenapan dari nubuatan dalam Mazmur 16: 10 maupun ramalan Kristus sendiri tentang kebangkitan­Nya (Matius 16:21; 20:19; 26:32; Markus 9:9; 14:28; Yohanes 2:19).

Urutan peristiwa penampakan diri Kristus setelah kebangkitanNya, sebagaimana disajikan dalam Kitab Suci, sebagai berikut :

1) Pengawal-pengawal menyaksikan malaikat menggulingkan batu penutup kubur Yesus (Matius 28:2-4).

2) Kedatangan perempuan-perempuan, Maria Magdalena, Maria ibu Yakobus, Salome dan lain-lain (Matius 28:1, 5-7; Markus 16:1-11, Lukas 24:1-10; Yohanes 20:1).

3) Maria Magdalena lari untuk memberitahukan rasul-rasul, dan perempuan-perempuan yang lain mengikuti perlahan-lahan (Matius 28:8; Markus 16:8; Lukas 24:8-10; Yohanes 20:2).

4) Maria Magdalena kembali dengan Petrus dan Yohanes, dan me­lihat kubur yang kosong (Yohanes 20:2-10).

5) Penampakkan diri Kristus yang pertama, setelah Petrus dan Yohanes pergi, Maria Magdalena tetap tinggal dan melihat Kristus (Yohanes 20:11-17; bd.Markus 16:9-11).

6) Maria Magdalena kembali untuk melaporkan penampakkan diri Kristus (Yohanes 20:18).

7) Perempuan-perempuan yang lain kembali dan melihat Kristus (Matius 28:9-10).

8) Laporan pengawal-pengawal yang menjaga kubur itu (Matius 28:1 1 -1 5).

Kubur Kosong sebagai Saksi Kebangkitan Kristus

Seluruh bukti yang ada mengenai kubur itu sesudah kebangkitan Kristus menunjukkan bahwa kubur itu kosong. Inilah kesaksian murid-­murid itu yang dengan seksama menyelidiki kubur tersebut ketika mereka menemukan batu penutupnya sudah terguling. Para penjaga yang mengawal kubur itu, menurut tulisan Matius, juga melaporkan bahwa kubur itu kosong. Tentang hal ini hanya ada tiga kemungkinan yang dapat menjelas­kannya :

1) Murid-murid itu telah datang ke kubur yang salah. Tetapi ini ditolak oleh adanya malaikat-malaikat di sana, dan juga para serdadu Romawi itu tak mungkin menjaga kubur yang salah.

2) Serdadu-serdadu itu sendiri telah mengarang ceritera bahwa seseorang mencuri mayat Kristus ketika mereka tidur. Apabila inilah kasusnya, para pengawal itu tentu sudah dihukum mati. Sebaliknya, menurut catatan Matius, mereka disuap dengan uang untuk menyebarkan ceritera bohong bahwa ada orang mencuri mayat Kristus. Ini jelas adalah usaha menutupi kebenaran dengan uang suap, dan dengan senang diterima oleh serdadu-serdadu itu yang juga dijamin keselamatannya dari kemungkinan dijatuhi hukuman oleh penguasa Romawi.

3) Sangat kurangnya bukti dari penggugat kebangkitan Kristus menjadikan kita menerima catatan kebangkitan itu sebagai satu-satunya penjelasan yang dapat dipercaya. Jikalau kebangkitan itu tidak ajaib dan begitu penting sehingga menjadi dasar yang kokoh bagi seluruh iman Kristen, maka tentulah kebangkitan itu tidak akan pernah diper­soalkan. Ketika bukti dari kubur yang kosong itu ditambahkan kepada banyak argumentasi lain bagi kebangkitan badaniah Kristus, hal ini membentuk bukti tambahan tentang keaslian seluruh ceritera itu. Murid-­murid Tuhan tidak mempunyai alasan untuk mencuri mayatNya, dan jika musuh-musuh Tuhan telah mengambil mayat itu tentulah mereka akan mengeluarkan kembali mayat Kristus tatkala berita-berita kebang­kitanNya mulai tersebar. Tidak ada bukti bahwa musuh-musuh Kristus pernah berusaha menemukan mayat Kristus yang katanya dicuri. Kubur kosong itu tinggal membisu tetapi merupakan saksi yang tak dapat disangkal tentang kenyataan kebangkitanNya.

Sifat Saksi-Saksi Manusiawi Terhadap Kebangkitan ltu

Jelaslah dari catatan-catatan dalam keempat Injil bahwa saksi-saksi kebangkitan Kristus itu pada mulanya sangat sulit mempercayai pancaindera mereka sendiri tentang peristiwa penting ini. Hanya setelah mereka diberi bukti yang luar biasa, barulah mereka menerima fakta kebangkitanNya. Murid-­murid itu tentu tidak salah mengenali Kristus, sebab mereka sangat ­mengenalNya. Bagaimanapun juga, mereka sendiri menuntut suatu bukti yang berwujud, misalnya Tomas yang tidak hadir pada waktu penampakkan diri Kristus yang pertama kali kepada kesebelas murid. Agaknya murid-murid itu semula tidak mengharapkan Kristus akan bangkit dari antara orarig mati, walaupun Ia telah memberitahukan hal ini kepada mereka jauh-jauh hari sebelumnya. Tetapi sekali bukti kebangkitanNya di­nyatakan, bahwa Kristus benar-benar bangkit dari antara orang mati, maka tidak ada penganiayaan yang dapat menggoncangkan kesaksian mereka. Berulang kali mereka menunjukkan kesediaan untuk mati daripada melepaskan iman mereka kepada Kristus sebagai Tuhan mereka yang hidup. Keengganan para serdadu dan larangan-larangan dari para pemim­pin Yahudi menambahkan secercah kenyataan akan kesungguhan ke­bangkitan Kristus.

Kebangkitan Adalah Bukti Tentang Pribadi Kristus.

Adalah penting bahwa arti dari tiga nama resmi dari Kristus, yaitu, Tuhan Yesus Kristus, diteguhkan oleh kebangkitanNya dari antara orang mati. Gelar Tuhan, biasanya dianggap sebagai sebuah deklarasi tentang keilahianNya dan otoritasNya atas segala ciptaan, didasarkan pada dugaan bahwa Yesus Kristus itu Anak Allah. Walaupun dalam hidupNya Ia memberikan banyak bukti yang kuat, tetapi bukti utama tentang keilahianNya ialah fakta yang tak dapat dibantah lagi dari kebangkitanNya. Argumentasi inilah yang dipergunakan Petrus dalam khotbahnya pada hari Pentakosta ketika ia menyatakan, atas dasar fakta kebangkitan itu , bahwa Yesus adalah "Tuhan dan Kristus" (Kisah 2:36). Petrus memakai argumentasi yang sama tentang kebangkitan Kristus dalam menyampaikan lnjil kepada Kornelius (Kisah 10:40). Dalam pendahuluan surat Roma, rasul Paulus menyatakan bahwa Kristus "dinyatakan oleh kebangkitanNya dari antara orang mati, bahwa Ia adalah Anak Allah yang berkuasa." Murid-murid itu menganggap kebangkitan Kristus sebagai bukti terakhir yang meyakinkan atas segala sesuatu yang dikatakanNya, Anak Allah yang sudah ada sejak kekekalan yang telah berinkarnasi untuk menggenapkan rencana Allah dalam hidupNya, kematian dan kebangkitanNya.

Karena itu kebangkitan Kristus adalah satu bukti penting sekali tentang keilahianNya dan telah diakui demikian oleh para sarjana ortodoks sejak zaman rasuli sampai saat ini. Dalam gelar Kristus bagi Tuhan Yesus, terkandung pengharapan Israel bagi datangnya seorang Mesias untuk membebaskan mereka dari dosa-dosanya. Walaupun kematian dan kebangkitan Kristus telah diduga lebih dahulu oleh nubuatan-nubuatan Perianjian Lama, para pemimpin Yahudi di zaman Kristus tidak menyadari kebutuhan mereka akan Dia untuk menggenapi peranannya sebagai Mesias Israel. Hanya melalui ke­matianNya Ia dapat memberikan penebusan dan menyatakan kemenangan atas iblis, dan oleh kebangkitanNya Ia menunjukkan kuasa Allah yang pada akhirnya kelak akan dinyatakan dalam membebaskan Israel dan mendirikan kerajaanNya yang adil di bumi ini. Janji kepada Daud bahwa ia akan mempunyai keturunan yang memerintahkan selama-lamanya, sekarang dijadikan mungkin penggenapannya oleh Kristus dalam kebangkitanNya secara tubuh dan sesuai dengan tuntutan Kristus bahwa Ia adalah Mesias Israel (Yohanes 4:25-26). Hubungan khusus dari ke­bangkitan dengan sifat keMesiasanNya juga dinyatakan dalam percakapan­Nya dengan Marta dalam Yohanes 11:25-27. Dalam satu kata, Kristus harus mati dan dibangkitkan kembali dari antara orang mati untuk menjadi apa yang dinubuatkan nabi-nabi, seorang Mesias yang akan menjadi Pelepas dan Juruselamat sepanjang zaman. Jika Kristus tidak dibangkitkan dari antara orang mati, jelas bahwa pernyataannya sebagai Mesias tidak benar. Sebaliknya, fakta tentang kebangkitanNya membuktikan hakNya sebagai Mesias Israel baik di masa lalu maupun di masa depan.

Yesus, gelar ketiga bagi Kristus, berarti "TUHAN menyelamatkan," adalah nama manusiawiNya yang diberikan oleh seorang malaikat. Ia diberi nama ini karena Ia akan "menyelamatkan umatNya dari dosa mereka" (Matius 1:21). PekerjaanNya sebagai Juruselamat, bagaimanapun juga, mau tak mau berkaitan erat dengan kematianNya di kayu salib, juga menuntut kebangkitanNya. Itulah sebabnya bahwa Kristus tidak hanya ditugaskan untuk mati melainkan juga untuk bangkit dari antara orang mati (Yohanes 10: 17-18). Menurut Yohanes 12:27, di mana Kristus berdoa berkenaan dengan kematianNya, "Bapa, selamatkanlah Aku dari saat ini," Ia tidak hanya mengharapkan kelepasan dari kematian tetapi berdoa bahwa jika diperlukan untuk mati, Ia akan mengalami kelepasan penuh dalam kebangkitanNya.

Milligan menulis, "Tuhan kita berdoa, tidak semata-mata agar kalau mungkin Ia dilepaskan dari penderitaan, tetapi bahwa, jika tak mungkin Ia lepas dari penderitaan itu, Ia akan menghadapi dan melaluinya sampai ke kelepasan mulia — bahwa melalui kematian Ia akan dibawa kepada hidup di seberang kematian itu di dalam mana maksud kedatanganNya tercapai." Seluruh Kitab Suci menyatakan bahwa kebangkitanNya merupakan pasangan yang Perlu bagi pekerjaannya dalam kematian, dan tanpa kebangkitannya, kematianNya akan menjadi tidak ada artinya (Yohanes 11:25; Roma 5:10; 8:34; 10:9; Filipi 2:8-11; lbrani 5:7). Karena itu kebangkitan Kristus adalah bukti tentang pribadiNya dan yang dihasilkan oleh pribadiNya, yaitu pekerjaanNya di kayu salib.

Bagaimanakah kepercayaan umat Islam mengenai Kematian dan Kebangkitan Yesus Kristus ?

Kebanyakan umat Islam meragukan bahwa Yesus Kristus telah disalibkan. Mereka menggunakan nas Quran S. An Nisa a.157 yang mengatakan :
“dan karena ucapan mereka:"Sesungguhnya kami telah membunuh Al-Masih, Isa putera Maryam, Rasul Allah", padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa.”

Kebenaran ayat ini boleh dipertikaikan dan dipersoalkan. Nabi Muhammad di sini mencoba menjawab pengakuan orang Yahudi bahwa mereka telah membunuh Isa Almasih, Putera Maryam.

Terdapat beberapa bahan pertanyaan mengenai ini. Pertama, orang Yahudi tidak mengakui Isa sebagai Almasih (Mesias). Dan kedua, memang benar bukan orang Yahudi yang telah menyalibkannya, tetapi laskar-laskar Romawi.

Namun ada petikan-petikan dalam Quran yang mengatakan demikian : Menurut Quran, Muhammad menerima wahyu tentang ucapan Isa sebagai berikut :
“Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali" (Q. Maryam 33)
Nas asalnya : "Wassalaamu’ala yauma wulidtu wa yauma amutu wa yauma ub’asyu hayya."
Dengan kata "ub’asyu hayya" (bangkit hidup kembali) adalah merupakan kehidupan yang nyata sesudah mengalami kematian (amutu) yang nyata pula.

Di Surat Ali Imran 55 :
“(Ingatlah), ketika Allah berfirman : "Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Aku memutuskan di antaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya"

Berdasarkan ayat-ayat Quran ini jelaslah bahwa Isa memang telah mengalami kematian yang nyata walaupun kematiannya di kayu salib diragui oleh mayoritas orang Islam.

Ada beberapa teori yang dikemukakan oleh orang Islam untuk menjelaskan bahwa tidak wajar bagi Isa mati di kayu salib :

Teori Penggantian

Teori penggantian ini mengatakan Yudas Iskariot yang dijadikan merupai Isa, disalibkan mengganti tempatnya. Teori ini terdapat dalam Injil Barnabas. "Injil" ini adalah injil palsu (baik menurut umat Islam maupun Kristian). Teori ini tidak ada di dalam Quran. Hal ini merupakan suatu dugaan dan rekaan saja. Ada pihak yang mengatakan bahwa orang lain yang mati mengganti tempat Isa. Teori ini juga bertentangan dengan bukti-bukti yang ada, karena tidak memperhitungkan mengenai kubur yang kosong (apa yang telah terjadi kepada mayat pengganti itu?) dan penampakan Isa yang disaksikan oleh beratus-ratus orang (siapakah yang dilihat oleh saksi-saksi itu?). Teori ini juga membawa implikasi bahwa Allah rela dengan sengaja mengelirukan orang ramai dengan penipuan ini.

Teori Pingsan

Teori ini mengatakan bahwa Isa diturunkan dari kayu salib dalam keadaan pingsan dan kesehatannya pulih kemudian. Menurut Mizra Ghulam Ahmad dari Qadian, "Isa tidak mati di kayu salib tetapi dibawa turun oleh murid-muridNya dalam keadaan pingsan dan telah sembuh selepas 40 hari oleh minyak bermukjizat bernama Parsi ‘Marham-I-Isa’. Isa kemudian mengembara ke timur dalam satu misi. Misinya yang dianjurkan oleh Ahmad, adalah kepada orang Afghanistan dan Kashmir. Isa kemudian mati pada umur 120 tahun dan dikuburkan di Srinagar, ibu kota Kashmir." Teori ini banyak ditentang oleh orang Islam pada umumnya.

Menurut Alkitab, Yesus Kristus mati setelah disalibkan (Kisah rasul 2:23). Menurut penilaian laskar-laskar Romawi, Yusuf dan Nikodemus, Yesus sudah mati diatas kayu salib (Yohanes 19:33-34, 38-40; Markus 15:43-46). Kalaulah benarYesus sekedar pingsan, tidak mungkin :

  • Dia bertahan dalam kubur itu tanpa perawatan.

  • Dia melepaskan diri dari kain yang begitu berat dan bergulung ketat mengeliling badannya tanpa merombaknya (Lukas 24:12).

  • Dia menggulingkan batu besar dari pintu kubur, mengalahkan satu pasukan pengawai dan melarikan diri tanpa dilihat.

  • Dia berjalan 7 batu ke Emmaus dalam keadaan lemah dan kaki yang cedera.

Jika Yesus benar-benar bangun dari keadaan pingsan, Dia menjadi pembohong dan penipu karena Dia pernah mengajarkan pada murid-muridNya bahwa Dia akan bangkit dari kematian.

Yesus naik ke sorga (mikrai)

Kenaikan Yesus ke sorga (mikraj) disaksikan oleh kesebelas murid-muridNya di luar kota dekat Betani.(Lukas 24 : 50).

Dalam peristiwa kenaikan Yesus ke sorga ini ada dua masalah yang perlu kita catat :

1. Amanat Yesus kepada murid-muridNya, bahwa juga kepada kita sekalian yang menjadi pengikut-pengikut Kristus dewasa ini, yaitu :

a. Pergilah ke segenap penjuru dunia ini, beritakan lnjil Keselamatan, menjadikan semua orang jadi murid Yesus;

b. Membaptiskan mereka atas nama Allah Tritunggal : Bapa dan Anak dan Rohulkudus.

c. Mengajar mereka dengan apa yang diajarkan Yesus Kristus khususnya, dan Alkitab pada umumnya.

2. Janji Yesus, akan memberikan Kuasa Rohulkudus ke­pada murid-muridNya, yang juga berarti kepada kita sekalian yang menjadi murid-muridNya atau pengikut-­pengikut Kristus dewasa ini, untuk bersaksi bagi kebenaran Yesus Anak Allah, Firman Yang Hidup, dan menyertai kita sekalian untuk selama-lamanya, hingga pada kesudahan alam.

Kedatangan Yesus untuk kedua kalinya

Kedatangan Yesus untuk yang kedua kali menjadi hakim yang adil, menghakimi yang hidup dan yang mati diberitakan dalam Kisah para Rasul 1 : 1 1 dan Wahyu 20 11-15. Kedatangan Yesus pada akhir zaman ini untuk men­jadi hakim yang adil itu, pun menjadi kepercayaan bagi umat Islam pada umumnya, karena dalam beberapa Hadits Bukhari dan Muslim, masalah ini ada diberitakan. Antara lain dapat dicatat sebagai berikut :

1. Hadits Bukhari dari Abu Hurairah, Jilid II, hal 256 "Kaifa antum idzalabna Manyama fikum wa imaamu­kum min kum”. (Bagaimana halmu, apabila Ibnu Maryam turun jadi imam daripada kamu)

2. Hadits dari Musnad Imam Ahmad ibd. Hambal, Jilid II halaman 411 : "Yu syiku min ‘asya minkum an balqa ‘Isa Ibna Maryama imama mahdiya wa hakama ‘adlan. " (Dari padamu akan bertemu dengan Isa ibnu Maryam seba­gai imam Mahdi dan Hakim yang adil)

3. Nabi Muhammad sendiri pernah bersumpah untuk meyakinkan bahwa Isa Almasih’ ibnu Maryam akan da­tang kembali untuk menjadi Hakim yang Adil. Muhammad berkata : Wallaha liyunzilna ibna Maryama hakuman ‘adlan." (Demi Allah, sesungguhnya akan turun (datang) putra Maryam sela­ku hakim yang adil). Hadits Muslim jilid I – halaman 76

Syarahan Hadits ini adalah mengkhabarkan keda­tangan Isa Almasih untuk kedua kalinya kelak (akhir zaman). Perkataan "hakuman" (rnenjadi hakim), mengi­syaratkan bahwa kedatangan Isa Almasih (Yesus Kristus) yang kedua kali itu, tidaklah selaku Nabi memba­wa risalah atau syariat agama, dengan Quran ataupun Alkitab (Taurat-Injil), yang berlaku sekarang, tetapi ha­nyalah ia turun menjadi Hakim antara segala hakim-ha­kim umat ini, dengan kitab baru, yang dinamakan "Kitab al-Hayat" (Wahyu 20:11-15).

Nats dari Hadits shahih Bukhari-Muslim di atas, da­pat dibanding dengan Alkitab, Roma 2 :16 yang berbunyi demikian : "Hal itu akan nampak pada hari, bilamana Allah sesuai dengan lnjil yang kuceritakan, akan meng­hakimi segala sesuatu yang tersembunyi dalam hati manusia oleh Kristus Yesus”

Karena itu tidak ada lagi alasan yang memberatkan untuk ragu-ragu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi, begitupun untuk menan­tikan kedatangan Yesus Kristus yang kedua kali, seba­gai Hakim yang adil.

"Aku berkata kepadamu : Sesungguhnya barang siapa mendengar perkataanKu dan percaya kepa­da Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup." (Yohanes 5:24).

Advertisements