Reformasi Total (Efesus 4:17-32)

Ketika para politisi berbicara tentang reformasi, langsung saya ingat pada Yesus. Dialah tokoh reformasi sejati karena di dalam Dia terdapat suatu pandangan baru tentang Tuhan. Tuhan yang selama itu dikenal sebagai sosok yang jauh menjadi sosok yang dekat bahkan amat dekat sehingga digambarkan sebagai hubungan keluarga yakni Bapa dan anak-anak-Nya.

Ketika kita dibaptis sebagai tanda pertobatan kita, itu bukanlah akhir daripada kehidupan kristiani kita. Justeru itu adalah awal karena kita diharapkan mengadakan reformasi total pada diri kita. Roh kita, pikiran kita, hati kita, ucapan kita dan tingkah laku kita, harus berubah dari negatif menjadi positif.

Inilah reformasi yang sesungguhnya dan yang diharapkan Tuhan. Jadi tidak ada istilah sekali dibaptis maka sorga ada digenggamanmu. Ubah pikiran itu dan berubahlah. Tanpa kekudusan, tidak seorang pun bisa melihat Tuhan.

Salam kasih, Deny S Pamudji
Jakarta, 30 Juli 2001

Advertisements