BAGAIMANA CARA BERPACARAN DAN MENIKAH YANG KUDUS DI MATA TUHAN?

80% masalah keluarga yang timbul setelah pernikahan disebabkan karena masa pacaran yang tidak kudus. Dan dengan masa pacaran yang tidak kudus ini seperti menaruh bom waktu yang akan meledak ketika seseorang melanjutkan ketidak kudusan pacarannya ke jenjang pernikahan. Orang duniawi cenderung berpacaran karena pergaulan yang tidak sehat.

1 Kor 15 :33 berkata : Janganlah kamu sesat: pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik. Ayat ini menggambarkan kepada kita bahwa kita hanya dapat bersahabat dengan orang yang seiman dengan kita karena mempunyai kesamaan visi. Namun kita tetap dapat bergaul dengan siapa saja.

Contohnya saja, Tuhan Yesus bergaul dengan pelacur, pezinah, dan orang berdosa, tapi Ia hanya bersahabat dengan muridNya. Bila kita bersahabat, kita perlu memberitakan kepada sahabat kita untuk menerima Yesus, karena kita pun pasti rindu agar mereka diselamatkan, karena kita sayang pada mereka.

Janganlah anda bangga bila anda sudah mempunyai pacar !! Karena sifat pacar adalah sementara, dapat sewaktu2 bubar. Tapi banggalah anda yang sudah mempunyai calon istri atau suami.
Seperti Kej 1:28 , Allah berkata : "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi."

Jelas bahwa pernikahan bukanlah tujuan, tetapi pernikahan merupakan alat untuk mencapai rencana Allah, yang rencanaNya itu ialah seperti gambaran ayat Kejadian tadi bahwa Allah ingin kita memperbanyak gambar Allah, sampai bumi penuh dengan gambar Allah dan memerintah bumi atau menguasai bumi.

Berikut adalah Motivasi Salah yang terkadang terdapat dalam pikiran kita mengenai perkawinan :

1. Masalah usia.
Sering kita menganggap kalau kita harus menikah di usia tertentu yang kita anggap sudah cukup. Hal ini salah. Allah punya rencana untuk tiap anakNya yang berbeda-beda. Dan usia tiap orang untuk siap menikah berbeda2. Untuk itu hendaknya kita tidak menghakimi teman kita yang sering kali dianggap ‘perawan tua/bujang lapuk’ atau semacamnya.

2. Rasa kesepian.
Jangan menikah bila kita belum menang dari rasa kesepian kita. Faktor ini sering terjadi pada kaum wanita. Dengan rasa takut akan kesepian, maka ia akan menerima siapa saja yang pertama kali menunjukkan rasa tertarik padanya, walaupun tidak sesuai dengan gambaran pasangan yang diidamkannya dan yang sesuai dengan kehendak Tuhan.

3. Tekanan dari orang tua, atau teman.
Ingatlah bahwa kita menikah karena rencana Tuhan, dan bukan atas dasar tekanan dari orang lain.

4. Merasa sudah cocok.
Disaat kita menemukan calon, dan kita merasa sudah cocok, hati2, kita harus teliti lebih jauh tentang dirinya. Banyak pasangan muda-mudi yang merasa bahwa pasangannya itu baik dan segera akan menikah karena kebaikan pasangannya itu. Ingat !! Bahwa kita bukan mencari orang baik untuk dijadikan pasangan hidup, tetapi orang benar. Karena orang baik belum tentu orang benar, tetapi orang benar, pasti karena Tuhan Yesus dan pasti baik.

5. Materi,
Seperti warisan, kekayaan, yang sifatnya tidak kekal dan hanya menjadikan manusia rakus harta.

6. Asmara / Ketertarikan jasmani.
Ingatlah dalam Amsal 6 : 25 "Janganlah menginginkan kecantikannya dalam hatimu, janganlah terpikat oleh bulu matanya." Karena apabila kita sudah menjadi tua semua kecantikan itu akan hilang.

7. Biologis.
Khususnya untuk kaum pria. Janganlah menikah bila kita belum menang dalam hal kekudusan atau nafsu. Janganlah berpikir kalau menikah adalah alternatif lain untuk seorang pria daripada ia lari ke pelacur atau berbuat dosa lainnya.

8. Kuasa gelap.
Janganlah kita sebagai anak Allah sekali-kali memakai cara ini dalam menentukan pasangan hidup kita. Ingat apa yang ditabur itu yang akan dituai. Iblis mungkin akan memberikan kepada kita wanita yang sempurna, pria yang sempurna seperti yang kita idamkan, tapi ia akan memberikan tagihan pada kita.
Misalnya : perkawinan anda hanya 5 tahun, atau anak yang anda lahirkan akan idiot, atau anda harus mengalami sakit-penyakit, masalah dengan bisnis anda, dan sebagainya. Tapi kalau kita meminta pada Tuhan, Dia memberikan yang menurutnya terbaik untuk kita, malah Ia akan memberikan damai sejahtera kepada keluarga kita selamanya, yang tidak akan dapat ditukar dengan harta seberapa besarnya pun.

Bagaimana kita menemukan pasangan hidup secara natural dan bukan super natural??
Amsal 31:10 "Istri yang cakap siapakah akan mendapatkannya ?? Ia lebih berharga daripada permata."
Tentu saja untuk menemukan pasangan hidup kita harus berusaha untuk berjumpa dengan orang yang dimaksud, yaitu melalui persahabatan yang sehat. Dan waktu
tidak menentukan kapan, akan tetapi kesamaan akan lahir, baru sepadan, dalam arti bahwa sepadan itu:
– sama2 lahir baru di dalam Kristus
– mempunyai visi yang sama
– dapat saling mengisi atau melengkapi dalam hal kekurangan atau kelebihan.

Bagaimana dengan perbedaan yang ada ?
Semua perbedaan yang tidak mutlak, baik itu mengenai masalah usia, suku, ras, sosial, pendidikan, dapat diatasi dengan kedewasaan rohani. Biasanya dengan adanya perbedaan ini orang yang paling terlebih dahulu menentang adalah orang tua. Nah, dengan kedewasaan iman, kita dapat meminta kepada Tuhan untuk mengubah cara pandang orang tua kita yang biasanya karena ada kuasa kegelapan di belakang mereka yang menghalangi hubungan kita yang memang sudah benar2 datang dari Tuhan.

Pacaran & Pra Nikah Apa perbedaannya ?
Pacaran statusnya coba2, kalau pranikah sudah yakin, karena sudah adanya saling kenal di antara kedua pihak. Yesaya 13:18 berkata bahwa " Panah-panah mereka akan menembus orang-orang muda, mereka tidak akan sayang kepada buah kandungan, dan mereka tidak menaruh kasihan kepada anak-anak."
Mereka di sini yang dimaksudkan adalah setan asmara yang menyerang orang muda. Yang tadinya asmara yang ditujukan untuk suami istri, setan memanah orang muda sehingga orang muda terlibat dalam sex, lalu hamil dan menggugurkan kandungannya. Setan meminta nyawa dalam hal ini dan ia mengincar orang muda. Inilah berbagai ulasan mengenai asmara yang sangat bertentangan dengan kasih, yaitu bahwa kasih sabar, sopan dan tidak cemburu, sedangkan asmara kebalikannya. Dalam pacaran dunawi, orang kebanyakan berpacaran karena asmara, yang dimana dipenuhi dengan nafsu, terutama di pihak laki-laki. Kita lihat bahwa si pria tidak sabar untuk menunggu, ia penuh dengan asmara bukan kasih. Pria pencemburu yang sering kali mengikat hubungan dengan pasangannya karena rasa tidak aman sampai pada tahap2 tertentu, jelas ia sedang jatuh dalam asmara dan bukan kasih, karena kasih tidak pencemburu.

Hal2 yang perlu dihindari :
Disebutkan bahwa apabila antar pasangan kita terdapat lebih dari 300 jam pertemuan dalam sebulan, kita harus hati2 untuk tidak terjerumus dalam nafsu. Kita atur sebaik mungkin untuk seminimal mungkin bertemu dengan pasangan, dan sedapat mungkin menghindar dari suasana2, tempat yang dapat memacu nafsu.

Dalam hal menjaga kekudusan, pada awal pertemuan kita harus bikin komitmen dengan pasangan kita, dan yang memegang kunci dari kekudusan ini adalah wanita. Bila anda seorang wanita, untuk menjaga kekudusan anda harus sembuh dulu dari rasa kesepian, jangan berpikir bahwa anda adalah mahluk yang kesepian dan anda mendukung pasangan anda untuk jatuh ke dalam dosa. Kalau Tuhan memberikan pria sejati, pria tersebut akan menjaga kekudusan dan menghormati anda, karena anda adalah tubuh Kristus yang seharusnya dicintai dan tidak dicemari. Ingatlah bahwa menikah adalah keputusan kedua setelah anda menerima Kristus. Menerima Kristus berhubungan dengan hidup kekal, menikah berhubungan dengan seumur hidup, karena umumnya orang menikah lebih lama dari pada hidup sendiri. Kalau ceroboh dalam hal pernikahan, maka akan menanggung akibatnya seumur hidup !

Kelemahan dalam tubuh wanita dan pria yang harus diketahui dan hendaknya dijadikan alat untuk menghindar dari nafsu :
Pada pria : Mata, meraba.
Contohnya : Pakaian wanita yang minim, akan memacu nafsu pria.
Pada wanita : Telinga, diraba.
Contohnya : Bisikan suara yang romantis, karena wanita ingin disayang, diperhatikan, dan dicintai.

Untuk itulah semua hal diatas harus dihindari, karena kita ingin kudus di mata Tuhan sebagai muridNya, dan di dalam pernikahan yang terpenting adalah persatuah roh : setubuh, sedaging, sejiwa, terbuka, kelemahan menjadi kelemahan bersama, kelebihan menjadi kelebihan bersama dan untuk itu kita dapat saling mengisi satu sama lain.

Ingatlah bahwa penikahan bukan jalan pintas tetapi merupakan rencana Allah akan hidup kita, sebagai anakNya. Hiduplah dalam Kudus Tuhan !!

Pengirim: Mey Febriana