KASIH BAGI YANG TERHILANG (Lukas 15:32)

Mactavish menghilang. Tadinya saya bermaksud menunggu sampai esok hari, barangkali ia kan pulang sendiri. Namun mimik muka anggota keluarga yang lain menunjukkan bahwa mereka menolak mentah-mentah rencana tersebut. Sebab itu kami segera naik mobil dan mulai mencari anjing terrier Skotlandia kami yang suka keluyuran itu.

Sementara kami menelusuri jalanan sambil memanggil-manggil namanya dan memicingkan mata di kegelapan, bahkan saya pun menjadi sentimentil. Bagaimana kalau ia tertabrak mobil? Bagaimana kalau ada orang yang menangkapnya? Bagaimana kalau kami tak bisa bertemu dengannya lagi?

Akhirnya kami menemukannya. Seketika kami merasa sangat bahagia melihatnya, sekalipun ia begitu kotor-bermandikan lumpur dan berbau busuk. Pada saat itu, rasanya seolah kami jauh lebih senang bertemu dan berkumpul dengan anjing kotor itu daripada berkumpul dengan anggota keluarga yang lain.

Apakah itu berarti kami lebih mencintai Mac daripada anggota keluarga yang lain? Tentu saja tidak. Begitu pula bila kita begitu bersukacita saat menyambut seorang pecandu alkohol, pelacur, atau musuh yang telah bertobat. Kita bukannya kurang mengasihi saudara-saudara seiman yang berkumpul dengan kita, tetapi sikap itu menunjukkan bahjwa kita memiliki kasih seperti Allah yang juga selalu menyambut kembalinya seorang anak yang hilang dengan penuh sukacita.

Adakah Anda memiliki kasih bagi mereka yang terhilang?

ORANG YANG PALING TIDAK LAYAK MENDAPAT KASIH ADALAH ORANG YANG PALING MEMBUTUHKAN KASIH

Sumber : http://www.glorianet.org/rh/072001/26.html

Advertisements