BERKOMUNIKASI DENGAN ALLAH LEWAT DOA
Dikirim oleh : Ardhian Hatmadji

"Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatupun dalam nama-Ku. Mintalah maka kamu akan menerima supaya penuhlah sukacitamu" (Yohanes 16:24)

Apakah doa itu? Bagi orang Kristen, doa adalah ekspresi dari hubungan pribadi kita dengan Allah, suatu sarana komunikasi bagi kita untuk berbicara dengan-Nya. Namun, doa bukan hanya sekadar kata-kata yang asal ucap, tetapi keluar dari hati yang terdalam dan diungkapkan apa adanya kepada Allah. Dengan kata lain, doa juga dapat digambarkan sebagai "percakapan dari hati ke hati antara dua sahabat, antara Bapa dan anak-anak-Nya, yang saling mengasihi."

Berkomunikasi dengan Allah sangat perlu bagi kesehatan rohani kita. C.C. Brown berkata bahwa doa yang sungguh-sungguh diperlukan bagi jiwa, seperti air bagi kebun.
Tanpa itu, tidak akan ada pembuahan atau pertumbuhan.
Dalam hubungan yang dekat itulah kita memperoleh kekuatan yang diperbarui, kebijaksanaan yang sesungguhnya dan sukacita yang dalam.

"Jika Anda harus menolak iblis, dunia dan hawa nafsu kedagingan," ujar J.C. Ryle, "Anda harus lebih banyak berdoa, sebab doa merupakan perisai bagi jiwa. Anda harus menggunakannya terus menerus."

Dalam rangka berkomunikasi inilah Allah memberikan Alkitab, Firman yang tertulis. Dia juga datang mencari kita melalui pribadi Yesus Kristus, Firman yang hidup. Dan Dia memberi Roh Kudus untuk menolong kita berdoa.

Mengapa Kita Harus Berdoa?

1.Tuhan Yesus sendiri berdoa (Markus 1:35; Yohanes17). Demikian pula teladan para rasul dan jemaat mula-mula (Kisah Para Rasul 2:42).

2.Firman Tuhan mengatakan kita harus tetap berdoa (1Tesalonika 5:17; Filipi 4:6).

3.Di dalam doa kita belajar untuk mengerti kehendak dan pimpinan Tuhan dengan lebih jelas di dalam hidup kita (Kolose 1:9).

4.Doa merupakan salah satu perlengkapan rohani dalam menghadapi si jahat (Efesus 6:18). Doa juga memberikan kekuatan dan keberanian kepada kita dalam memberitakan Injil (Efesus 6;20) dan melakukan pelayanan kita kepada
Allah dan manusia.

Tuhan Yesus mengajarkan kepada kita dalam Matius 7:7-8 tentang jaminan jawaban doa, yakni:
Mintalah, maka akan diberikan kepadamu
Carilah, maka kamu akan mendapat
Ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu

Berdasarkan hal di atas, Tuhan Yesus sendiri yang menjamin akan menjawab setiap doa. Selain itu, janji-janji Allah lainnya tentang jaminan jawaban doa, antara lain:

Berserulah kepada Tuhan, maka Tuhan akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kau ketahui (Yeremia 33:3).
Tuhan dapat melakukan jauh lebih banyak daripada yang kita doakan dan pikirkan (Efesus 3:20).

Memang Tuhan pasti menjawab setiap doa-doa kita, tetapi tidak berarti Dia selalu mengabulkan setiap doa kita. Semua tergantung kehendak, rencana dan waktu-Nya yang terbaik bagi kita. Jawaban doa bisa berupa "ya," "tidak", atau "tunggu."
Ini membutuhkan iman dan kepekaan yang benar untuk mengerti jawaban Allah atas doa-doa kita. Bagaimana sikap doa yang benar di hadapan Allah?

1.Tetap tinggal di dalam Yesus Kristus dan Firman-Nya
(Yohanes 15:7). Itu berarti kita mempercayakan seluruh
hidup dan doa kita sepenuhnya kepada Tuhan yang mengatur hidup kita.

2.Kita berdoa kepada Allah dengan hati yang tulus dan
berani memohon sesuai dengan kehendak Allah (1
Yohanes 5:14). Berdoa sesuai kehendak Allah menuntut
kita menaikkan permohonan kita dengan iman yang
sungguh kepada Allah (1 Yohanes 5:15). Berdoa dengan iman berarti yakin pada saat yang tepat jawaban doa itu akan tiba, dan bukan hanya percaya Allah sanggup melakukannnya bagi kita tetapi Dia akan melakukannya bagi
kita.

3.Jangan berdoa kepada Allah hanya untuk mementingkan
hawa nafsu atau ambisi pribadi, sebab orang yang berdoa demikian "tidak menerima apa-apa" (Yakobus 4:3). Hindari juga hidup dalam dosa dan menjadi seperti
orang-orang yang tidak mengenal Allah (Yakobus 4:4).

4.Berdoalah dengan penuh kepercayaan, maka kita akan
menerimanya (Matius 21:22).

Ada EMPAT unsur dalam doa yang kita panjatkan kepada Allah, yakni:

1.Penyembahan: Mengakui, menyembah, dan memuji
Allah atas kekuasaan, kekudusan, kebesaran,
kemahatahuan-Nya, dan keberadaan Allah dalam hidup kita.

2.Pengakuan dosa: Mengakui dan menyesali dosa-dosa
kita secara pribadi dan terinci di hadapan Tuhan.

3.Pengucapan syukur: Merupakan respon pribadi kita
atas kebaikan dan pertolongan Allah dalam hidup kita
yang diwujudkan dalam kata-kata syukur kepada Allah.

4.Permohonan: Memohon dan membawa dalam doa
segala kebutuhan kita, keluarga kita, kebutuhan orang
lain (doa syafaat), pergumulan dan pelayanan kita, dan
segala sesuatu yang menjadi bagian hidup kita.

Selain itu, ada hal yang tak kalah pentingnya yang perlu kita
ketahui, yakni berdoa dalam nama Tuhan Yesus. Semua doa
kita didasarkan dan berpusatkan pada Tuhan Yesus Kristus
(Yohanes 16:24) karena Dialah yang melayakkan dan
memampukan kita untuk berdoa kepada Bapa di surga.

Seringkali pada awal perjalanan hidup kekristenan kita, terasa sulit menjadikan doa sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Doa menjadi sesuatu yang membosankan, bahkan kadang-kadang kita tidak tahu apa yang harus kita doakan. Tetapi percayalah pada Firman Tuhan ini, "Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan" (Roma 8:26)

Sumber : http://www.rbc.net/salvation/

Advertisements