Mengampuni
Dikirim oleh : Martha Setiawaty

Beberapa minggu yang lalu saya bertemu dengan seorang gadis yang tidak dapat melihat sejak lahir. Saya sangat kagum melihat tangannya yang lentik memainkan melodi gitar saat menyanyikan lagu pujian. Dia begitu sukacita. Setelah selesai, saya dekati dia dan ngobrol seputar masalah kehidupan. Ketika saya tanya latar belakang hidupnya dia saksikan kepada saya sbb:

Ketika dalam kandungan orang tuanya berusaha menggugurkan dia, tetapi ALLAH menghendaki dia lahir. Dan dia pun lahir dengan mata tidak melihat. Dari kecil dia diperlakukan dengan tidak wajar dan tidak adil, bahkan dia harus bekerja seperti kakak-kakaknya yang lain yang bisa melihat. Dia sering diejek, dihina bahkan dipukul keluarganya. Yang paling menyakitkan tatkala orang tuanya mengusir dia dari rumahnya. Dia bertumbuh menjadi anak yang kasar dan kejam khususnya terhadap anak-anak, bahkan dia sering menyiksa anak kecil. Sekalipun dia tidak bisa melihat, tetapi dia menjadi bos dari sebuah gank.

Awal pertobatannya, ketika dia bersama anak buahnya hendak mengadakan keributan pada sebuah acara yang dihadiri artis kondang Nur Afni Oktavia. Sebelumnya dia tidak tahu bahwa acara tersebut adalah KKR (Kebaktian Kebangunan Rohani ). Ketika mereka masuk ruangan, pujian & penyembahan sedang dinaikkan. Dia menyesal sekali dan mau pulang aja. Sebelum Altar Call, dia merasakan di depannya sepertinya ada layar yang menampilkan semua kejahatan dia. Dia menangis, menangis …. dan terus menangis dan menangis adalah pantang bagi dia. Akhirnya dia bertobat saat itu juga. Dia mau lupakan semua masa lalunya, dia mau menikmati hidup bersama-NYA. Dia pun permisi baik-baik kepada teman ganknya yang lain, dan mereka semua bilang bahwa dia paling lama 2 sampai 3 hari bisa bertahan hidup tanpa mereka. Tetapi satu hal yang Tuhan lakukan dalam hidupnya dia dimampukan untuk melewati setiap masalah hidupnya ……..

Setelah itu sayapun bertanya, "Bagaimana dengan orang tua dan kakak-kakakmu, apakah kamu sudah mengampuni mereka?".
Dia jawab, "Sebelumnya saya sulit mengampuni mereka, bahkan saya bertahun-tahun bergumul untuk bisa mengampuni, dan akhirnya saya pun bisa", lanjutnya.
Ketika saya dipukul, diejek, dihina, diusir …. semuanya itu belum seberapa ketika DIA diludahi, DIA dicambuk, DIA dimahkotai duri, DIA disalibkan… DIA tidak bersalah, tetapi mau menanggungnya karena DIA mengasihi saya dan kamu … begitu dia katakan kepada saya.

Teman … ambillah hikmah dari kisah ini "BELAJARLAH MENGAMPUNI".
Mengampuni itu penting, kenapa?
1. Pengampunan membawa persahabatan
2. Pengampunan akan membawa pengampunan Allah.
3. Pengampunan membawa sukacita.

Menurut majalah Time Edisi 15 April 1999, pengampunan adalah topik menarik untuk dianalisa dalam sebuah riset. Beberapa hasil penyelidikan menunjukkan bahwa orang yang tidak mengampuni akan meningkatkan stres, kualitas kerjanya buruk, daya pikirnya buruk, dan untuk jangka panjang dapat mengurangi daya penguasaan diri. Beberapa ahli riset mengatakan bahwa ini disebabkan oleh penyakit jantung dan terganggunya sistem syaraf. Dan yang pasti orang yang menyimpan dendam akan kehilangan sukacita. Setiap hari hidupnya dipenuhi dengan kebencian. Jadi untuk mengembalikan sukacita, belajarlah mengampuni.

Mengampuni memang bukan segampang mengucapkannya, tetapi memerlukan pertolongan dari Maha Pengampun. Mungkin ada diantara kita mengalami seperti ini, kita diejek, difitnah, dipukul, dikucilkan atau lebih parah lagi. Sekarang pilihan ada pada kita, mau apa tidaknya kita mengampuni orang yang bersalah kepada kita tak ada yang dapat memaksanya, semua tergantung pada kita…. Jika mau, lakukanlah …

"Janganlah kamu menghakimi, maka kamupun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamupun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni".