Pendurhaka (2 Tesalonika 2:1-12)

Terkadang kita bingung dan bertanya pada Tuhan, mengapa Tuhan membiarkan kejahatan merajarela? Atau mungkin lebih spesifik, mengapa Tuhan membiarkan gereja di bom? Apakah Tuhan tidak sanggup mencegah semua itu terjadi? Korban sudah banyak berjatuhan. Di St Ana, Bekasi, seorang putri remaja harus diamputasi. Di Gereja Alfa Omega, Semarang, seorang isteri pendeta juga harus diamputasi.

Kejahatan yang kelihatan sadis ini bukan tidak ditahan Tuhan. Justeru itu baru permulaan karena pada saatnya nanti, ketika yang menahan (yakni Roh Kudus) ditarik dari ‘masa edarnya’ di dunia, maka kejahatan yang ada bisa berlipat-lipat kali dari sekarang.

Bukan hanya dunia kejahatan saja, tetapi juga dalam dunia kerohanian. Akan terjadi perlipatan kekuatan kuasa kegelapan di mana patung-patung bisa berbicara, kesembuhan bisa didemontrasikan secara massal, dlsb yang bisa membuat orang percaya bahwa itu datang dari Tuhan. Karena penyesatan semacam itu pasti terjadi, maka sudah selayaknyalah kita bersiap-siap dari sekarang dengan antara lain selalu berpegang pada prinsip yang murni yakni Alkitab dan juga tekun berdoa dan berpuasa.

Karena ternyata nanti penyesatan bukan berasal dari luar gereja melainkan justeru berasal dari dalam gereja. Karena penyusupan telah dilakukan si pendurhaka dan kita tinggal menunggu waktunya tiba.

Salam kasih, Deny S Pamudji
Jakarta, 5 Agustus 2001