Diutus (Roma 9:9-15)

Saya pernah bermimpi masuk ke sorga. Tetapi dalam perjalanan ke sorga, saya melewati neraka. Dan saya melihat beberapa orang yang saya kenal di sana. Mereka dengan mata marah, muka kesal dan perkataan sesal berkata," Mengapa kamu tidak mengatakan pada saya tentang Yesus?"

Saya katakan pada mereka "Bukankah sudah saya kabarkan? Tetapi, kamu menolak?"

Dan mereka berkata lagi, "Mengapa kamu tidak memaksa saya untuk percaya?! Kamu memang egois dan tidak memikirkan kami!"

Itulah mimpi saya. Dan itu jugalah yang membuat saya menulis renungan-renungan ini. Dan saya juga terpaksa ‘kasar’ terhadap orang-orang bebal karena saya ingin mereka terbuka terhadap injil.

Kalau Sdr belum pernah bermimpi seperti saya, maka dengan membaca tulisan ini, saya mohon agar Sdr tidak melupakan orang-orang di sekitar Sdr. Jangan biarkan mereka mati tanpa mengenal dan menerima Yesus. Jangan sampai dalam perjalanan ke sorga, Sdr mengalami apa yang saya alami dalam mimpi. Percayalah Sdr tidak akan sejahtera dalam perjalanan itu. Dan mungkin Sdr akan bernegosiasi dengan Tuhan untuk meminta agar mereka pun dapat dimasukan ke sorga. Tetapi, apakah ada negosiasi lagi?! Karena kesempatan hanya sekali yakni waktu Sdr hidup.

Kabarkan terus injil. Jangan jemu-jemu agar kelak Sdr bisa tersenyum lebar melihat semua orang-orang terdekat Sdr ada di sorga.

Salam kasih, Deny S Pamudji
Jakarta, 15 Juli 2001