Tuhan Merasa Sedih
Matius 14
Janner Pasaribu

Sebagai pengikut Kristus tentu kita bangga memiliki Tuhan seperti Dia. Bahkan ada pujian yang berkata aku bangga memiliki Allah seperti-Mu. Namun masalahnya apakah Yesus juga bangga melihat kita? Ada beberapa hal yang membuat Yesus bukannya bangga malahan sedih melihat kekristenan kita. Dari Matius 14 ini sedikitnya 3 hal yang membuat Yesus sedih.

Pertama: Dia sedih karena kita tidak mengenal Dia secara utuh dan benar.
ayat 1-2 Pada masa itu sampailah berita-berita tentang Yesus kepada Herodes, raja wilayah. Lalu ia berkata kepada pegawai-pegawainya: "Inilah Yohanes Pembaptis; ia sudah bangkit dari antara orang mati dan itulah sebabnya kuasa-kuasa itu bekerja di dalam-Nya."

Pengenalan Herodes kepada Yesus sungguh sangat-sangat keliru. Kekeliruan pertama adalah dia menyangka Yesus adalah Yohanes Pembaptis yang bangkit dari matinya. Demikianlah banyak orang hanya tahu tentang Yesus, tetapi dengan pengertian yang keliru. Ada yang menganggap Yesus bukan Allah yang menjelma menjadi manusia, tetapi malaikat yang menjelma menjadi manusia, tetapi anehnya dia pakai Alkitab sebagai Kitab sucinya.

Kekeliruan kedua adalah dia hanya mengenal Yesus sebatas kuasa-Nya saja. Memang Yesus adalah Tuhan kita yang ajaib dan dahsyat. Dia adalah Penyembuh. Dia adalah pembuat hal-hal yang ajaib. Tetapi bukan hanya sebatas itu. Ada seorang pria yang memiliki istri sakit kanker, dan dokter sudah vonis dia tidak akan lama lagi mati. Namun dia mendengar ada pendeta yang penuh dengan karunia kesembuhan, lalu dia bawa istrinya ke pendeta itu. Dan pendeta itu mendoakan istrinya, dan oleh Nama Yesus mujizat pun terjadi. Sang pria sangat senang dan dia begitu bangga dengan Yesus Kristus.
Beberapa tahun kemudian anaknya sakit, dan dia pun membawa anaknya ke pendeta yang sama. Tetapi apa yang terjadi? Bukannya anaknya sembuh malahan meninggal. Sang pria pun bengong!! Kok bisa?? Dia kecewa lalu tidak pernah ke gereja lagi.

Yesus Kristus memang penuh kuasa sebab Dia adalah Tuhan. Namun bukan itu saja. Dia adalah juga Tuhan yang berdaulat yang punya rencana indah dibalik penderitaan kita yang sering sangat sukar kita mengerti. Pengenalan kita akan Dia sebaiknya seperti Sadrakh, Mesakh dan Abednego. Daniel 3:17-18 Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja; tetapi SEANDAINYA TIDAK, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu."

Kedua: Yesus sedih karena kita salah motivasi dalam pelayanan.
ayat 15-16 Menjelang malam, murid-murid-Nya datang kepada-Nya dan berkata: "Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam. SURUHLAH ORANG BANYAK ITU PERGI supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa." Tetapi Yesus berkata kepada mereka: "Tidak perlu mereka pergi, KAMU HARUS MEMBERI MEREKA MAKAN."

Murid-murid Yesus rupanya terbiasa menerima. Mereka tidak biasanya memberi. Itu sebabnya tidak terpikir kepada mereka bagaimana melayani yang benar. Pelayanan bukanlah menyangkut apa yang akan saya dapatkan kalau saya melayani Tuhan, tetapi apa yang saya dapat berikan? Ada banyak orang Kristen melayani hanya melihat berkat-berkat saja. Bahkan sering kali orang bersaksi bahwa dia menjadi kaya raya karena terlibat dalam pelayanan. Kaya itu tidak salah tetapi bukan itu tujuan pelayanan.

Pelajaran lain dari ayat ini adalah; JANGAN TUNGGU SAMPAI ENGKAU MAHIR, TETAPI LAYANILAH TUHAN DENGAN APA YANG ADA PADA KITA.
Saat Yesus perintahkan para murid untuk membagikan 5 roti dan 2 ikan, mereka membagikannya bukan setelah roti dan ikan itu menjadi banyak. Tetapi masih tetap 5 roti dan 2 ikan. Justru setelah mereka MELANGKAH barulah terjadi mujizat. Jangan tunggu mujizat dulu baru melayani, tetapi layanilah Tuhan sekarang juga, dan mujizat akan menyusul saat kita melangkah.

Ketiga: Yesus sedih karena kita kurang beriman.
ayat 30 Tetapi ketika DIRASANYA tiupan angin, TAKUTLAH ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: "Tuhan, tolonglah aku!"

Seringkali orang Kristen imannya dikalahkan oleh perasaannya. Ketika kita sudah sering berdoa memohon sesuatu tetapi sepertinya belum ada jawaban, seringkali iman kita goyah karena perasaan kita lebih dominan dibanding dengan iman. Iman yang benar adalah percaya walaupun belum melihat kenyataan.

Ada banyak orang Kristen merasa ragu apakah dia sudah penuh Roh Kudus atau belum? Kenapa? Karena dia belum merasa hal-hal yang aneh dalam dirinya. Sehingga banyak sekali orang Kristen sangat doyan dengan altar call. Setiap ada altar call pasti dia maju. Pokoknya kalau nggak jatuh berarti belum penuh Roh Kudus, begitu pikirnya. Sehingga urapan itu dibuat hanya seperti mainan saja. Bahkan lebih parah lagi ada yang masih ragu akan keselamatannya, karena dia MERASA masih jauh dari sempurna.

Tuhan memberkati!!