KESEIMBANGAN SIKAP (Yohanes 17:16)

Dunia ini mengandung begitu banyak bukti nyata yang menunjukkan hikmat, kuasa, dan kebaikan Allah (Mazmur 104:14-18). Begitu juga dengan langit berbintang yang ada di atas kita (Mazmur 19:2). Bahkan segala sukacita yang terjadi karena kasih dan kreativitas manusia juga merupakan karunia "dari atas" (Yakobus 1:17).

Teolog John Calvin menulis, "Kehidupan saat ini … penuh dengan berbagai daya tarik, keindahan, anugerah, dan kesenangan. Kita harus menikmati semuanya itu agar dapat menghargainya sebagai karunia mulia yang tak bisa diremehkan."

Karunia Allah yang melimpah bagi kita sudah sepatutnya dinikmati (1 Timotius 6:17). Namun jangan sampai lengah. Kita juga perlu memiliki keseimbangan sikap, yakni menghargai dunia ini tanpa beranggapan bahwa kehidupan dan segala sesuatu di dunia ini adalah segala-galanya.

Keseimbangan sikap tersebut ditunjukkan oleh Yesus. Dia menikmati pesta pernikahan di Kana (Yohanes 2:1,2), Dia mengasihi anak-anak (Matius 19:13-15), dan dengan senang hati menyediakan makanan untuk mereka yang lapar (Matius 14:15-21). Dia menjanjikan dan memberikan kehidupan yang melimpah (Yohanes 10:10). Namun selama hidup di dunia, Dia berdoa dengan penuh kerinduan agar segera kembali pada
sukacita surgawi (Yohanes 17:4,5). Ya, Dia memang ada di dunia tetapi Dia tidak berasal dari dunia.

Tuhan, tolonglah kami agar dapat memiliki keseimbangan sikap yang benar seperti Engkau-VCG

Advertisements