Kerelaan Hati (Yoh 18:1-11)

Ada yang mengatakan bahwa Yesus bukanlah domba yang disediakan Tuhan untuk kita. Terbukti Yesus sangat takut menjelang saat-saat ditangkap. Pernyataan ini memang ada benarnya, yakni takut. Sebagai manusia, Yesus bisa merasakan betapa beratnya beban yang harus Dia tanggung. Dia hampir saja mau minta pada Bapa agar melalukan cawan yang harus ditanggung-Nya. Dan Bapa segera menguatkan Dia (Yesus) karena hal tersebut harus terjadi dan justeru itu merupakan pernyataan kasih dan keadilan Bapa akan dosa dan hukumannya.

Akhirnya Yesus pun sanggup mengatasi kegundahan hati-Nya. Maka pada saat tentara Romawi dan kelompok elit lainnya datang menangkap-Nya, Dia justeru menyongsong mereka.

Bahkan dengan perkataan-Nya, ‘Akulah Dia’ beberapa tentara jatuh ke tanah.  Itu salah satu bukti bahwa Yesus mempunyai kuasa untuk membebaskan diri-Nya jika Dia mau melarikan diri dari penyaliban.

Bahkan ketika Petrus ingin melakukan perlawanan, Yesus mencegah. Yesus kemudian menyembuhkan luka (telinga yang putus) dari hamba Imam Besar. Di sinilah nyata betapa Yesus siap menerima kehendak Bapa.

Salam kasih, Deny S Pamudji
Jakarta, 26 Juni 2001