GARAM DUNIA
Author : Unknown

Seorang koki sedang mempersiapkan perjamuan istemewa untuk pesta pernikahan Raja. Bahan makanan dan bumbu-bumbu telah tersedia untuk diramu berdasarkan resep khusus. Wah, ternyata ada bumbu penting yang ketinggalan, GARAM !

Sang koki kebingungan, sebab tanpa garam tidak akan pernah ada perjamuan istemewa yang akan menyenangkan hati Raja. Koki segera mencari ke seluruh dapur, wah garam tidak ditemukan. Tiba-tiba, ia teringat sesuatu, Ya !! Di
rumahnya masih ada satu botol garam spesial. Segera saja koki berlari pulang. Akhirnya sebotol garam diperoleh.

Waktu memasak pun tiba. Botol garam dibuka, dan garam hendak dikeluarkan. Tiba-tiba garam dalam botol berteriak, "Jangan!!" Koki heran dan bertanya, "Kenapa?? Jangan takut, aku akan menjadikan engkau hidangan yang
menyenangkan hati Raja pada hari pernikahannya."

Garam-garam itu pun berteriak dan menjawab dengan berbagai jawaban. "Jangan, nanti kami tidak dapat berkumpul lagi bersama teman-teman garam dalam botol yang sangat indah ini"

"Jangan, nanti kami larut dalam masakan, dan kami kehilangan bentuk dan warna kami, lalu orang-orang tidak dapat mengagumi kami lagi sebagai garam yang putih bersih"

"Jangan, nanti kami menderita kepanasan ketika sedang diproses untuk menjadi masakan"  "Jangan,…." Demikian banyak butir garam memberi alasan. Akhirnya cuma
sedikit garam yang bersedia diramu menjadi masakan istimewa sang koki.

Pesta pernikahan Raja tiba. Perjamuan istimewa diadakan bagi Sang Raja pada hari pernikahannya. Wah, perjamuan yang sangat luar biasa, hidangan yang disajikan sungguh nikmat. Raja sangat senang dan pesta menjadi sangat
meriah.

Bagaimana nasib para garam ??
Garam-garam yang menyediakan dirinya untuk dipakai oleh koki, masuk ke dalam tubuh Sang Raja dan tinggal bersatu disana selamanya. Garam-garam lainnya yang menolak dan tinggal dalam botol, kemudian dibuang karena sudah tidak berguna lagi.

Kita adalah garam dunia. Kita diminta, didorong, ditolong dan diproses oleh Roh Kudus untuk menggarami dunia ini. Kenapa? Supaya dunia yang penuh dengan kekecewaan, kepedihan, kepahitan, luka ini disembuhkan dan siap untuk
menerima kembali kedatangan Yesus sebagai Tuhan, Raja Penyelamat.

Kita adalah garam dunia, tapi siapa yang bersedia berfungsi sebagai garam ?

Berfungsi sebagai garam itu berarti :
– kita harus keluar dari tradisi dan daerah kenyamanan kita
– kita harus pergi ke tengah-tengah orang-orang berdosa dan berfungsi disana
– kita harus mati terhadap keinginan daging
– kita harus memikul salib dan menyangkal diri setiap hari
– kita harus bersedia dibentuk dan diproses
– kita harus bersedia menderita bersama Kristus
– kita harus makin kecil dan Kristus makin besar

Jika kita bersedia, maka kasih karunia dan kekuatan Tuhan akan menolong dan memampukan kita untuk menggarami dunia. Dan pada akhirnya kelak kita akan bersatu bersama dengan Kristus dalam kemuliaan Bapa selamanya.

"Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang." Matius 5:13

(Sumber: Renungan Kasih)